Gerai modern pasarkan produk unggulan Kota Palu

id alfa midi

Alfa Midi (Foto Antara)

Itu sudah kesepakatan bersama antara Wali Kota Palu dengan manajemen Alfa Midi. Bahwa Alfa Midi siap menjual produk unggulan kita ke seluruh jaringannya di Indonesia
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Sejumlah gerai modern di Kota Palu dan seluruh jaringannya di Indonesia siap memasarkan produk unggulan di kota itu ke seluruh konsumen di tanah air.

"Itu sudah kesepakatan bersama antara Wali Kota Palu dengan manajemen Alfa Midi. Bahwa Alfa Midi siap menjual produk unggulan kita ke seluruh jaringannya di Indonesia," kata Sekretaris Kota Palu Asri di sela-sela bimbingan permodalan dan pengembangan kepada 50 pelaku UMKM di salah satu hotel di Palu, Selasa.

Dia mengatakan Wali Kota Palu Hidayat, sebelumnya tidak mau memberikan izin beroperasinya Alfa Midi di Palu jika salah satu gerai modern itu tidak bersedia memasarkan produk unggulan lokal ke seluruh jaringannya di Indonesia.

"Sekarang sudah ada beberapa Alfa Midi yang menjual produk lokal kita seperti bawang goreng. Kita berharap, pelaku UMKM dapat memasok produknya ke Alfa Midi dan di jual ke seluruh gerai yang ada di tanah air," katanya.

Asri mengatakan itu salah satu upaya pemerintah Kota Palu untuk membuka pasar produk lokal yang ada di Kota Palu sehingga distribusinya lebih luas.

Masalahnya sekarang kata Asri, seberapa siap pelaku UMKM dapat memasok produknya ke pasar modern itu.

Oleh sebab itu, kata dia, pelaku usaha khususnya kelompok usaha yang didampingi pemerintah melalui program kelurahan inovasi, unggul dan mandiri harus bersaing dalam menciptakan produk yang dapat diserap pasar.

Kegiatan fasilitasi bimbingan permodalan dan pengembangan UMKM yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, adalah salah satu upaya untuk mempercepat terwujudnya kelurahan inovasi, unggul dan mandiri tersebut.

Pemerintah KOta Palu kata Asri telah menetapkan 18 kelurahan yang masuk dalam program tersebut antara lain pada bidang usaha kuliner dan kerajinan tangan.

Asri mengatakan Kota Palu yang terdiri dari 45 kelurahan, merupakan pusat pemerintahan karena posisinya sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara di sisi lain, Kota Palu tidak memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menopang ekonomi masyarakatnya kecuali sektor jasa.

Olehnya kata Asri, Wali Kota Palu Hidayat dan Wakilnya Sigit Purnomo Said, ingin menumbuhkan sektor jasa berdasarkan potensi lokal yang dimiliki dengan pengolahan berbasis kelurahan. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar