Siswa Kanada bangun tong sampah di Togean

id kanada,tong sampah

Sebanyak 10 siswa dan siswi College Sainte Anne Montreal Quebec, sekolah setingkat SMA di Kanada, membuat bak sampah secara sukarela di Desa Katupat, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah. (Foto Antara/Sulapto)

Mereka di sini sampai 28 Februari, makanya saya habis Musrembang hari Minggu kemarin di Ampana (ibukota Kabupaten Tojo Unauna) langsung balik ke pulau menemani mereka
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Sebanyak 10 siswa dan siswi College Sainte Anne Montreal Quebec, sekolah setingkat SMA di Kanada, membuat bak sampah secara sukarela di Desa Katupat, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah.

Mereka datang ke daerah wisata bahari terkenal di Kepulauan Togean itu untuk berlibur dan mengisi waktunya dengan membuat tong sampah secara bergotongroyong.

Seorang pendamping lokal, Jafar M Amin dihubungi dari Palu, Rabu, mengatakan para pelajar itu sengaja membuat beberapa bak sampah sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di daerah wisata Kepulauan Togean.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di Kepulauan Togean, maka sejak tanggal 12 sampai 18 Febuari murid-murid dari SMA asal Kanada ini, melakukan kampanye sadar lingkungan serta membuat tong sampah bersama masyarakat dan pemerintah Desa Katupat,"  katanya.

Wakil Ketua DPRD Tojo Unauna itu mengatakan kegiatan yang dilakukan para siswa sangat kecil, namun sangat bermanfaat bagi lingkungan, khususnya bagi masyarakat Desa Katupat.

Olehnya kita bisa belajar dari mereka ini. Ayo budayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah di semberang tempat,? pesannya.

Kendati masih usia belia, kata Jafar, mereka sudah sangat peduli lingkungan yang bersih, sehingga membuat mereka rela mengeluarkan dana sendiri untuk membuat bak sampah..

Meski masih usia 16 tahun, tetapi mereka sudah sangat peduli dengan lingkungan yang bersih dan sangat bersemangat juga bekerja. Padahal biaya beli bahan pakai uang mereka pribadi," katanya.

Jafar mengatakan, mereka berjumlah 10 orang dan satu guru pendamping.

"Mereka di sini sampai 28 Februari, makanya saya habis Musrembang hari Minggu kemarin di Ampana (ibukota Kabupaten Tojo Unauna) langsung balik ke pulau menemani mereka," katanya.

Jafar mengaku, sebagai tuan rumah, tidak elok rasanya jika tidak ada yang mendampingi rombongan siswa SMA asal Kanada itu.

"Tidak enak rasanya, mereka jauh dari Kanada datang ke sini, lalu tidak ada yang temani mereka di tempat," katanya.

Untuk membantu lancarnya kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut, dirinya ikut memikul papan untuk kebutuhan pembuatan tong sampah karya anak-anak asal Kanada itu.

"Mereka ini baru kelas 2 SMA," katanya. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar