Pembunuh perempuan di Tondo diancam hukuman mati

id polres,pembunuhan,tondo

Kapolres Palu AKBP Mujiono memberikan keterangan pers di Mapolsek Palu Timur, Kamis (22/2) terkait penangkapan pelaku pembunuhan perempuan di Tondo pada 12 Februari 2018. (Antaranews Sulteng/Sulapto Sali)

Perbuatan mereka sadis dan terencana
Palu (Antaranews Sulteng) - Dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan secara sadis dan terencana terhadap seorang wanita di daerah eks lokalisasi prostitusi Kelurahan Tondo, Kota Palu, akhirnya diringkus aparat Polres Palu setelah bersembunyi selama sepekan.

Kapolres Palu AKBP Mujiono kepada wartawan di Mapolsek Palu Timur, Kamis, mengatakan kedua pelaku tersbeut masing-masing RD (34) karyawan swasta dan LP (32), tenaga honorer di salah satu kantor pemerintah Kota Palu.

Pelaku LP diamankan di pasar Inpres Manonda, Palu Barat pada tanggal 18 Febuari 2018 pukul 05.00 Wita dan pada hari yang sama RD diamankan di BTN Lasoani pukul 06.00 Wita.

Kapolres mengatakan bahwa penangkapan kedua pelaku ini berkat kerja keras anggotanya dan atas keterangan 11 orang saksi.

Menurut Mujiono, kedua pelaku cukup sadis dalam kasus pembunuhan itu pada 12 Februari 2018.

LP menjerat leher korban dengan mengunakan potongan kabel listrik, sedangkan RD menikam korban mengunakan sangkur sebanyak tiga kali mengenai dada korban, kemudian pelaku mengambil telepon seluler milik korban lalu melarikan diri.

Selain menangkap kedua pelaku, pihak polres juga mengamankan beberapa barang bukti berupa dua unit ponsel merek Nokia warna putih dan hitam, satu ponsel Oppo putih, satu ponsel Samsung putih, satu buah sangkur dan sepotong kabel listrik sepanjang 60 cm yang digunakan pelaku untuk menjerat leher korban.

Dari pengakuan kedua pelaku, modus perbuatan mereka murni karena faktor ekonomi, karena korban dan pelaku tidak saling mengenal.

"Cuma kedua pelaku ini sudah mempersiapkan aksinya dengan mencari korban secara acak," kata Kapolres.

Kedua pelaku akan dijerat hukum berdasarkan pasal 340 KUHP dengan ancamanan hukuman seumur hidup atau hukuman mati), subsidaie pasal 338 KUHP (ancaman hukuman 15 tahun penjara lebih), subsidair pasal 365 ayat 3 KUHP (ancaman hukuman 15 tahun penjara), tentang pembunuhan berencana atau menghilangkan nyawa orang lain secara berencana. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar