
Pemprov Sulteng petakan 10 penyakit terbanyak untuk evaluasi BERANI Sehat

Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memetakan 10 kasus penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan rumah sakit sebagai bagian dari evaluasi program BERANI Sehat di daerah tersebut.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido di Palu, Kamis, mengatakan bahwa seluruh data tersebut digunakan untuk menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyusun perencanaan anggaran program pada tahun berikutnya.
“Kami memetakan 10 kasus penyakit terbanyak di puskesmas dan rumah sakit untuk menghitung serta merencanakan alokasi anggaran tahun berikutnya secara presisi,” kata Reny.
Pihaknya juga melakukan rekonsiliasi data penerima program setiap bulan bersama BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Menurut dia, rekonsiliasi dilakukan untuk memperbarui data apabila terjadi perubahan status penerima, termasuk masyarakat yang meninggal dunia atau berpindah domisili.
"Jadi evaluasi program BERANI Sehat akan dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk membahas dinamika lapangan, merespons kendala, serta menindaklanjuti keluhan masyarakat agar segera diklarifikasi oleh pihak rumah sakit atau puskesmas," ucapnya.
Ia menuturkan, evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pembiayaan dapat direncanakan secara lebih tepat.
"Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara bertahap melalui fasilitas kesehatan dan puskesmas di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah," sebutnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulteng bahwa sebanyak 207.000 warga di daerah itu sudah mendapat tanggungan pembiayaan kesehatan melalui program BERANI Sehat sejak diluncurkan pada 2025.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
