Aktivitas tangkap ikan danau lindu ditutup sementara

id tangkap ikan

DOKUMEN: Nelayan membawa ikan hasil tangkapan yang baru diturunkan dari kapal penangkap ikan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (5/2). (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah) ()

Sigi, (Antaranews Sulteng) - Aktivitas penangkapan ikan di Danau Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah akan ditutup sementara selama proses pekerjaan jalan yang menghubungkan desa ke desa lainnya di kawasan itu.

Sekretaris Camat Lindu, Sebulon Satinadja di Desa Tomado, Kamis, mengatakan saat ini di sekitar Danau Lindu sedang ada pekerjaan jalan desa dari Desa Puro`o sampai Desa Anca.

"Kita dapat dana untuk peningkatan badan jalan sebesar Rp6 miliar dari APBD Sigi," katanya.

Anggaran tersebut, semuanya digunakan untuk pekerjaan jalan yang menghubungan lima desa di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.

Selama pekerjaan jalan tersebut, maka Danau Lindu untuk sementara sampai batas waktu belum ditetapkan menutup aktivitas penangkapan ikan.

Karena selama ini, kata Sebulon, ikan mujair hasil tangkapan nelayan biasanya dijual ke Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng dan juga ke Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat.

Tetapi untuk kebutuhan konsumsi sendiri masyarakat Lindu masih diperbolehkan nelayan menangkap ikan.

"Hanya saja untuk keperluan dijual keluar wilayah Lindu, pemerintah kecamatan melarang keras, sebab jalan yang akan dikerjakan merupakan satu-satunya jalan dari dan menuju Dataran Lindu," kata Sebulon.

Sebelum kendaraan sepada motor dan mobil masuk ke Lindu, masyarakat di lima desa yakni Puro`o, Langko, Tomado, Anca dan Olu hanya menggunakan kuda yakni Kuda "Pateke"atau kuda beban, sebagai transportasi utama selain jalan kaki.

Hasil bumi yang akan dijual ke Palu diangkut dengan kuda dari Lindu menuju Sadaunta Desa Namo, Kecamatan Kulawi.

Dari Sadaunta, barulah hasil bumi seperti damar, kopi dan kakao dibawah menggunakan kendaraan angkutan pedesaan menuju Kota Palu.

Jarak antara Kota Palu dengan Kecamatan Lindu sekitar 70-an kilometer.

Kecamatan Lindu berpenduduk sekitar 5.000 jiwa,

Wilayah tersebut berada di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang merupakan paru-paru dunia. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar