Memprihatinkan, Puskesmas Lindu belum punya dokter

id lindu, puskesmas, dokter

Puskesmas Lindu hingga kini belum memiliki seorangpun tenaga dokter (Foto Antara/ Anas Masa)

Dataran Lindu merupakan salah satu wilayah di Sulteng yang menjadi daerah rawan penyakit shistosomiasis atau lebih dikenal dengan nama demam keong.


Sigi, (Antaranews Sulteng) - Puskesmas di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini belum memiliki tenaga dokter.

"Sudah bertahun-tahun masyarakat di sini mendambakan dokter untuk melayani mereka setiap hari, namun belum juga ada," kata Barnabas, seorang tokoh agama di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Jumat.

Ia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu pernah ditempatkan seorang dokter pegawai tidak tetap (PTT), tetapi tidak berlangsung lama, ia sudah pergi dan tidak ada dokter pengganti.

Selama ini, masyarakat di Dataran Lindu yang datang berobat ke Puskesmas hanya ditangani seorang bidan desa dan perawat khusus untuk penyakit ringan saja.

Tetapi jika ternyata masyarakat yang berobat itu menderita penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, jantung dan lainnya, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pemkab Sigi di Sidera, Kecamatan Sigibiromaru atau sekitar 50 kilometer dari Lindu.

Keluhan senada disampaikan Ape, seorang tokoh pemuda di Desa Tomado, Kecamatan Lindu yang menyebut sangat ironis, puskesmas Lindu tak pernah memiliki dokter.

Menurut dia, sekarang tidak ada alasan kalau dokter tidak mau ditempatkan di Dataran Lindu karena prasarana jalan sudah terbilang cukup memadai sebab mobil sudah bisa masuk.

Kalau tahun-tahun sebelumnya, kata dia, memang kondisi jalan menuju Lindu masih belum bisa dilewati mobil kecuali sepeda motor karena badan jalannya belum memadai.

Tetapi sekarang ini jalannya sudah bagus, namun belum juga ada dokter yang ditempatkan di Puskesmas Lindu. Bangunan Puskesmas Lindu cukup mewah, tetapi tidak ada dokter.

Ape mengatakan masyarakat di Kecamatan Lindu sangat berharap kepada pemerintah daerah segera menempatkan tenaga dokter untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Paling tidak, kata dia, dibutuhkan dua dokter yakni dokter umum dan dokter gigi.

Dataran Lindu merupakan salah satu wilayah di Sulteng yang menjadi daerah rawan penyakit shistosomiasis atau lebih dikenal dengan nama demam keong.

Penyakit demam keong merupakan momok bagi masyarakat di lima desa di Kecamatan Lindu yakni Puro`o, Langko, Tomado, Anca dan Olu. Schistosomiasis adalah menyakit yang sangat ditakuti masyarakat Lindu disebabkan oleh cacing yang ada dalam keong.

Sekretaris Kecamatan Lindu, Sebulon Satinidja mengatakan telah melayangkan surat kepada Bupati Sigi Moh Irwan Lapata agar menempatkan dokter di Puskesmas itu.

"Kami sudah laporkan masalah ketiadaan dokter di Pusesmas Lindu, namun hingga kini belum mendapat tanggapan dari Pemkab Sigi," kata dia.

Pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Lindu sangat berharap, masalah tersebut mendapat perhatian serius pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar