Masyarakat Parigi Moutong diminta bijak ber-medsos

id parimo

Ratusan peserta mengikuti workshop isu trafficking, pornografi, pornoaksi dan tindakan kekerasan perempuan dan anak di Parigi, Senin (12/3) (Antaranews Sulteng/Aco-Humas Pemda)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong mengadakan workshop isu trafficking (perdagangan perempuan dan anak), pornografi, pornoaksi dan tindakan kekerasan perempuan dan anak di Parigi, Senin, dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Suryono Hadi.

Dalam sambutannya Agus S. Hadi mengatakan era globalisasi memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan dalam masyarakat baik dampak positif maupun yang negatif, yang terutama tindak kejahatan perdagangan orang.

"Oleh karena itu tindakan tersebut harus mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak dan harus secepatnya diberantas karena bertentangan dengan harkat dan martabat serta hak asasi manusia," ungkap Agus Hadi

"Kepada masyarakat dan pelajar agar menggunakan media sosial dengan bijak karena arus modernisasi sekarang ini berdampak positif dan juga negatif," tambahnya.

Ia berpesan kepada masyarakat agar berperan aktif mecegah perdagangan manusia dalam membantu pemerintah mengatasi perbuatan tersebut.

"Apabila ada hal yang mencurigakan di sekitar lingkungan, masyarakat dapat melakukan tindakan dengan cara memberikan informasi atau melaporkan kepada pihak yang berwajib," harapnya.

"Trafficking adalah bagian dari upaya menghancurkan negara kita, bisa jadi menghancurkan kejiwaan ataupun moral dan psikis untuk menghancurkan NKRI," tambah Agus.

Kegiatan sehari tersebut menghadirkan peserta 200-an orang yang terdiri atas Kepala OPD terkait, anggota polres, polsek, Kementerian Agama, kejaksaan, tokoh agama, tokoh wanita, LSM, camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah serta siswa dan siswi SMA dari lima kecamatan.(Aco/Humas Pemkab Parigi Moutong) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar