Pemkab Parigi dorong kembali budidaya rumput laut

id rumput laut

Ilustrasi: Seorang warga menjemur rumput laut. (ANTARA/Asep Fathulrahman)

Memang pada 2014 silam rumput laut di Parigi Moutong anjlok dan gagal panen. Setelah 2015 kondisi itu mulai dipulihkan dan saat ini petani terus melakukan pengembangbiakan
Parigi, (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Suawesi Tengah terus berupaya mendorong petani di daerah itu agar kembali meningkatkan budidaya rumput laut di perairan Teluk Tomini setelah beberapa tahun sebelumnya dilanda gagal panen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Sabaruddin Kilis, di Parigi, Kamis, mengatakan sejauh ini produksi rumput laut belum meningkat signifikan pascapemulihan gagal panen beberapa tahun lalu.

"Memang pada 2014 silam rumput laut di Parigi Moutong anjlok dan gagal panen. Setelah 2015 kondisi itu mulai dipulihkan dan saat ini petani terus melakukan pengembangbiakan," kata Sabaruddin.

Ratusan hektare bentangan pembudidayaan rumput laut oleh nelayan di kabupaten itu terus didorong agar bisa berproduksi maksimal.

Sejauh ini, paparnya, kelompok-kelompok pembudidaya rumput laut binaanya ini sudah tersebar di beberapa kecamatan dan wilayah-wilayah tersebut sebagai sentra rumput laut.

Sabaruddin mengaku, sejauh ini para petani rumput laut masih mengalami beberapa kendala diantaranya penjulan, yang mana harga jualnya hanya berada dikisaran Rp4.000 sampai Rp6.000/kilogram.

"Fluktuasi harga kadang kala pemicu menurunnya semangat mereka melakukan budidaya. Belum lagi masalah modal," ungkapnya.

Mengantisipasi minimnya modal di tingkat petani, urainya, Pemerintah setempat memberikan bantuan dengan menyiapkan bibit untuk pengembangan rumput laut di sektor kelautan.

Upaya peningkatan produksi pengembangbiakan rumput laut ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pola ekonomi kerakyatan.

"Kami harap dengan adanya bantuan pemerintah, para petani rumput laut bisa lebih meningkatkan produktivitasnya," ujar Sabaruddin.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar