Barca anggakan kesuksesan domestik saat melawan Real

id barcelona

Para pemain Barcelona merayakan gol (twitter.com/laligaEN)

Barca menjalani tahun yang hebat, mereka telah memenangi dua trofi, dan mereka layak mendapat pujian...
Barcelona,  (Antaranews Sulteng) - Juara Liga Spanyol dan Piala Raja Barcelona akan terbang tinggi ketika mereka menjamu Real Madrid pada Minggu di "Clasico," namun seteru abadi mereka itu akan merasakan kesombogan serupa setelah mencapai final Liga Champions untuk tahun ketiga secara berturut-turut.

Setelah mengunci gelar liga ketujuh dalam sepuluh tahun pada Minggu lalu, satu-satunya hal yang dikejar Barcelona adalah menyelesaikan musim Liga Spanyol tanpa menelan satu kekalahan pun.

Bagaimanapun, motivasi tim peringkat ketiga Real adalah untuk menggeser Atletico Madrid, yang menggenggam keunggulan empat poin namun telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Akan terdapat banyak tekanan di lapangan pada pertandingan yang paling dinantikan pada Minggu.

Barca akan berupaya menokohkan hegemoni domestik mereka atas Real dan memperbesar selisih di antara mereka menjadi 18 poin, yang akan menjadi celah terbesar yang pernah mereka miliki atas sang rival abadi.

Pasukan Zinedine Zidana dapat membalas dendam terhadap kekalahan 0-3 dari Barca di kandang sendiri yang diderita pada Desember, dengan merusak catatan 42 pertandingan tanpa terkalahkan tim Katalan itu di Liga Spanyol.

Zidane telah membuat Barca dongkol dengan mendeklarasikan bahwa timnya tidak akan melakukan "guard of honour" kepada sang juara sebelum sepak mula, sikap yang juga dilakukan oleh tim Katalan itu pada 2008 ketika Real memenangi gelar.

Pertandingan Minggu juga merupakan "Clasico" pertama sejak 2008 yang berlangsung setelah liga mendapatkan juaranya.    
Real menjalani musim Liga Spanyol yang mengecewakan dan dapat finis di peringkat ketiga untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Namun kemerosotan mereka di kancah domestik tidak menghentikan tim ibukota itu untuk melaju ke final Liga Champions dengan kemenangan agregat 4-3 atas Bayern Munich. Kontras dengan Barca yang disingkirkan AS Roma di perempat final dari kompetisi elit tersebut.

Real akan bermain melawan Liverpool pada final di Kiev pada 26 Mei, ketika mereka akan mengincar gelar Eropa ke-13nya. Mereka juga mengincar untuk menjadi tim pertama sejak Bayern Munich pada 1976 yang memenangi trofi itu selama tiga tahun berturut-turut.

Kapten Real Sergio Ramos meyakini kembali memenangi kompetisi elit Eropa dapat menodai pencapaian-pencapaian Barca di ajang domestik.

"Barca menjalani tahun yang hebat, mereka telah memenangi dua trofi, dan mereka layak mendapat pujian untuk itu namun memenangi Liga Champions setara dengan dua (gelar) itu atau bahkan lebih," kata Ramos.

Ia juga mengonfirmasi bahwa timnya akan menuruti perintah Zidane untuk tidak melakukan guard of honour.

"Apa yang Zidane katakan merupakan sabda. Kita melakukan terlalu banyak ribut-ribut mengenai ini semua. Barca memiliki gelar, itulah yang mereka inginkan, namun tidak akan ada guard of honour, titik," ucapnya.

Di tempat lain, Valencia dapat mengamankan kembalinya mereka ke Liga Champions dengan mengunci peringkat keempat jika mereka menang atas Villarreal pada Sabtu.

Getafe, Sevilla, Girona, dan Real Sociedad akan meneruskan pertarungan mereka untuk mengamankan peringkat ketujuh dan satu posisi ke Liga Europa musim depan, dengan tiga poin memisahkan keempat tim tersebut.

Malaga, Las Palmas, dan Deportivo La Coruna telah terdegradasi.

    (H-RF)
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar