Kota Palu tertinggi pelanggaran lalulintas di Sulteng

id polda,ditlantas,operasi patuh 2018

Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Imam Setiawan memberikan keterangan pers di halaman Mako Ditlantas, Kamis (3/5) dengan latar belakang ratusan kendaraan hasil razia selama sepekan Operasi Patuh Tinombala 2018. (Antaranews Sulteng/Sulapto Sali)

Palu (Antaranews Sulteng) – Selama Operasi Patuh Tinombala 2018 yang dilaksanakan Direktorat Lalulintas Polda Sulawesi Tengah, sejak 27 April sampai 2 Mei 2018, Kota Palu tercatat sebagai yang paling tinggi dalam pelanggaran berlalu lintas.

Hal itu dikemukakan Direktur Lalulintas Polda Sulteng Kombes Pol. Imam Setiawan dalam konfrensi pers di lapangan Kantor Ditlantas Polda Sulteng, Kamis (3/5) saat menyampaikan hasil Operasi Patuh Tinombala 2018.

"Dari seluruh wilayah Polres di Sulteng, Kota Palu ini yang tertinggi pelanggarannya. Karena Palu ini penindaknya ada dari Polresta dan ada dari kita Ditlantas Polda juga. Jadi memang kita yang tertinggi menindak, ada kurang lebih 1.052 pelanggaran. Ini baru Ditlantas saja, belum Polres Palu," katanya.

Kota Palu adalah ibu kota Sulawesi Tengah sehingga jumlah kendaraan juga paling banyak di antara kota-kota lainnya, jadi potensi pelanggaran juga pasti lebih tinggi.

Dalam operasi ini, kata Imam, sekitar 94 persen dari total pelanggaran yang ditindak berasal dari Kota Palu.

Pelanggarannya antara lain pengendara tidak mengunakan helm, melawan arus, di bawah umur, mengunakan HP saat berkendara, mabuk dan berkendara di atas batas kecepatan yang aman.

Kombes Pol Imam Setiawan, selaku pimpinan Ditlantas Polda Sulteng, mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk lebih tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.

Baca juga: Operasi Patuh Tinombala Polda Sulteng jaring 3.598 pengendara

"Kita semua punya tanggung jawab sama yakni bagaimana Kota Palu ini bisa tertib, enak, nyaman dan masyarakat serta orang luar saat datang kemari tanpa ada gangguan," ujarnya.

Data pelanggaran hasil operasi Patuh Tinombala 2018 di Sulteng selama tujuh hari belakang ini yakni 2.762 pengemudi tidak membawa/memiliki surat-surat kenderaan, penggunaan helm 392 pelanggaran, melawan arus 90 pelanggaran, sabuk keselamatan 155, mengunakan HP 25, anak di bawah umur 30, knalpot bogar 27, dan pelanggaran ini didominasi roda dua.

"Saya sudah sampaikan kepada anggota saya untuk menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas tanpa pandang bulu supaya ada efek jera," pungkasnya.

Kombes Imam juga menindak tegas sepeda motor yang menggunakan knalpot bogar karena suara melengking yang dihasilkannya sangat mengganggu ketenangan dan kemanyamanan masyarakat, apalagi memasuki buan Ramadhan yang semakin mendekat.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar