Pengidap kanker mulut rahim di Palu meningkat

id kanker,mulut,rahim,serviks

Ilustrasi - Pemeriksaan deteksi dini kanker rahim/serviks. (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika/Dok)

Kanker mulut rahim bisa disembuhkan asalkan penyakit itu dapat dideteksi dan ditemukan secara dini
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Dinas Kesehatan Kota Palu, mencatat angka pengidap kanker serviks atau kanker mulut rahim di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu meningkat tajam.

"Kurun waktu 2017 penderita kanker serviks meningkat hingga 4,6 persen dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Royke Abraham di Palu, Minggu.

Royke memaparkan dari 1.169 orang yang memeriksa inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA, tercatat 54 orang dinyatakan positif terkena kanker serviks.

Dibanding pada periode 2016, dari hasil tes IVA sebanyak 306 orang terdapat 25 orang yang dinyatakan positif.

Kanker serviks merupakan kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk rahim dari bagian intim wanita.

Royke menjelaskan, semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks, tetapi penyakit ini lebih cenderung mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual, bahkan penyakit yang satu ini jika penderitanya sudah berada pada stadium empat sulit untuk disembuhkan dan efeknya bisa menimbulkan kematian.

"Kanker mulut rahim bisa disembuhkan asalkan penyakit itu dapat dideteksi dan ditemukan secara dini," kata mantan Sekretaris Dinkes Kota Palu ini.

Royke menguraikan, sejauh ini upaya pencegahan kanker serviks terus dilakukan instansi yang dipimpinnya itu melalui unit-unit pelayanan kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) untuk menggiatkan kegiatan promotif preventif lewat penyuluhan serta pemeriksaan IVA untuk mendeteksi gejala secara dini.

"Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk menggiatkan pemeriksaan berkelanjutan khususnya bagi para wanita peserta BPJS setahun sekali," terangnya.

Olehnya, untuk mendukung upaya pencegahan itu, maka pemerintah perlu menyiapkan dan melengkapi sarana Puskesmas dengan klinik konseling penyakit menular seksual.

"Kami menyediakan sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas Talise dengan alat yang canggih untuk terapi dinding sel-sel kanker sehingga dapat mematikan pertumbuhan sel-sel kanker tersebut," ujar Royke.

Menurutnya, carcinoma serviks/kanker mulut rahim ini disebabkan oleh infeksi human papiloma virus (HPV) yang berpotensi memicu terjadinya perubahan sel-sel dari normal menjadi ganas.

"Pencegahan terpenting adalah melakukan seks aman dan setia pada pasangan. Kemudian berhubungan menggunakan alat kontrasepsi, menjaga kebersiahan organ reproduksi, mengobati keputihan yang tidak normal serta laksanakan pola hidup sehat dan cek kesehatan IVA," katanya.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar