Kacang tanah belum jadi perioritas Parigi Moutong

id kacang tanah

Kacang tanag (Foto Antara/dok)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Parigi Moutong, Sulawesi Tengah belum menjadikan komoditas kacang tanah sebagai komoditas prioritas untuk meningkatkan perekonomian di kabupaten itu.

"Saat ini peningkatan produksi pertanian masih fokus pada tiga komoditas utama yakni padi, jagung dan kedelai," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nelson Metubun dihubungi dari Palu, Kamis.

Nelson menjelakan, Januari hinga April 2018 luas tanaman kacang tanah di Parigi Moutong mencapai 165,6 hektare. Dari 23 kecamatan di kabupaten itu hanya sebagain wilayah berproduksi.

Tercatat, Kecamatan Torue paling banyak berproduksi dengan luas tanam pada Januari seluas 30,4 hentare, Februari 11,8 hektare dan Maret 34,3 hektare, namun di pada April luas tanam di Kecamatan itu menurun menjadi 2 hektare, meski begitu komoditas ini belum menjadi andalan.

"Walaupun secara potensi, kita punya luas lahan relatif luas dan cocok bagi pertanaman kacang tanah," ungkap Nelson.

Dinas teknis yang membidangi pertanian ini juga tiap tahunnya mengalokasikan anggaran bagi penyediaan benih dan pestisi sebagai upaya untuk mempertahankan para petani berproduksi agar setiap saat ketersediaan stok komoditas kacang tetap ada.

Dana yang dialokasikan itu, urainya, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Parigi Moutong sebesar Rp50 juta/tahun.

Dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi di daerah itu dari sektor pertanian dan perkebunan, pemerintah setempat mengandalkan komoditas jagung, padi kedelai, kelapa dan kakao.

Tercatat produksi jagung pipilan kering Parigi Moutong tahun 2017 sebanyak 26.000 ton dengan luas lahan sekitar 5.000 hektare.

Jika 2018 ini luas lahan yang direalisasikan mencapai 31.442 hektare dan produktivitas minimal bisa dipertahankan pada tingkat 5,2 ton/hektare, maka Parigi Moutong bisa menghasilkan sekitar 163.000 ton jagung pipilan kering.

Selain itu, kata Nelson, Parigi Moutong juga ditetapkan sebagai kabupaten mandiri benih jagung varietas unggul yang berhasil dikembangkan pemerintah setempat bekerja sama Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulteng.

Sementara, untuk komoditas padi, pemerintah setempat menargetkan tahun ini produksi padi bisa mencapai sekitar 170.000 ton.

 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar