Indonesia di ambang terbaik ketiga piala dunia

id scws,jalanan

DOKUMENTASI, Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut (ketiga dari kiri), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (keempat dari kiri) bersama Tim Garuda Baru yang beranggotakan 9 anak jalanan di sela audiensi di Balai Kota Jakarta pada Senin (7/5). (HO)

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Tim Indonesia yang bernama Garuda Baru berada di ambang peringkat terbaik ketiga Piala Dunia Anak Jalanan (SCWC) 2018 setelah di laga semifinal di Moskow, Rusia, Senin, ditaklukkan Pakistan 4-5 melalui adu penalti.

Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal.

Hasil itu membuat Indonesia berhak memperebutkan tempat ketiga SCWC 2018 dengan menghadapi Burundi pada Rabu (16/5).

 "Adik-adik bermain gemilang dan membuat lawan kewalahan, meski akhirnya kami kalah 4-5," kata perwakilan delegasi Indonesia Mahir Bayasut yang juga ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN) dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta.

Mahir melanjutkan, meski gagal ke final, prestasi Indonesia di SCWC telah melampaui perkiraan dan melewati capaian Indonesia pada SCWC 2014 di mana ketika itu tim Merah Putih hanya bisa melewati babak grup.

Tim Indonesia sendiri mencatatkan torehan cukup apik di SCWC 2018. Bergabung di Grup C bersama Brazil dan Burundi, mereka sukses menaklukkan Brazil 2-1, tetapi kalah 0-2 dari Burundi.

Indonesia pun menjadi peringkat kedua grup dan berhak melaju ke delapan besar atau perempat final. Di sana, mereka sukses menundukkan Mesir 1-0 dan melaju ke semifinal di mana mereka dikandaskan Pakistan.

SCWC 2018 diikuti oleh 12 negara yang dibagi dalam empat grup. Di Grup A ada Pakistan, Uzbekistan dan Rusia. Grup B beranggotakan Belarus, Mesir dan Liberia. Grup C dihuni Indonesia, Brazil dan Burundi. Grup D diisi Nepal, Tajikistan dan Kenya.

Final SCWC 2018 mempertemukan Pakistan dan Uzbekistan. Uzbekistan sendiri menaklukkan Burundi 1-0 di semifinal.

Garuda Baru merupakan program yang digagas tiga lembaga sosial yaitu Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), Kampus Diakoneia Modern (KDM) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA) untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepak bola.
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar