Kemenag Morowali gelar dialog lintas agama

id kemenag,morowali,ahmad hasni

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Morowali Utara, Ahmad Hasni. (Foto : Ist)

Kekerasan bukanlah ciri ajaran islam yang rahmatan lilalamin, bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah menggelar Dialog Lintas Agama, dalam menyikapi tragedi bom di tiga gereja di Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

Kepala Kemenag Morowali Ahmad Hasni dihubungi dari Palu, Selasa malam, mengatakan dialog itu dihadiri oleh pemuka dan tokoh agama se-Kabupaten Morowali, yang dilaksanakan di aula Kemenag setempat.

Ahmad mengimbau khususnya masyarakat Morowali untuk menahan diri, bersikap proporsional dan tetap mengedepankan penanganan kejadian dengan berpegang pada asas-asas hukum yang adil serta bermartabat, dalam menyikapi aksi terorisme yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Surabaya dan Sidoarjo.

"Mari kita percayakan kepada kepolisian untuk menanganinya secara hukum," kata Ahmad.

Ahmad juga menegaskan bahwa Islam mengutuk segala bentuk kekerasan, segala macam tindakan menggunakan kekerasan apalagi mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror dan kebencian.

"Kekerasan bukanlah ciri ajaran islam yang rahmatan lilalamin, bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," jelas Ahmad.

Olehnya, mantan wartawan itu mengajak kepada tokoh dan pemuka agama, untuk senantiasa mengajak masyarakat bersikap tenang dan tidak memberikan ceramah-ceramah yang dapat memprovokasi dan menyulut emosi umat beragama. Apalagi dalam beberapa hari ke depan umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa.

"Saya berharap kiranya bulan suci ini hendaknya dijadikan momentum untuk saling mengingatkan dalam kebaikan," ujarnya.

Secara pribadi dan instansi Kemenag Morowali, Ahmad juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga yang menjadi korban dan berharap kiranya dialog dan komunikasi diantara tokoh lintas agama hendaknya lebih diintensifkan. Karena menurutnya, dialog dan komunikasi penting untuk mengurangi mispersepsi di kalangan tokoh lintas agama. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar