Konsumsi elpiji bersubsidi Sulteng naik 11 persen selama Ramadhan

id elpiji,pertamina,bersubsidi,sulteng

Petugas melayani warga yang akan menukarkan dan mengisi gas elpiji 3 kilogram pada ajang pasar murah di Palu, (14/6). Meski permintaan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri meningkat, pihak Pertamina memastikan jika persedian elpiji 3 kilogram di Kota Palu aman. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Palu (Antaranews Sulteng) - PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi elpiji bersubsidi tabung tiga kilogram selama bulan suci Ramadhan di Sulawesi Tengah akan naik sebesar 11 persen dari hari-hari biasa.

"Konsumsi harian pada bulan ramadhan mencapai 155 metrikton/hari atau naik 11 persen dibandingkan konsumsi harian 140 metrikton/hari," kata Unit Manager Communication and CSR MOR VII Wilayah Sulawesi Roby Hervindo saat dihubungi dari Palu, Kamis.

Ditanya mengenai kesiapan Pertamina memenuhi kebutuhan masyarakat yang melonjak itu, Roby menjelaskan bahwa prediksi lonjakan itu telah diantisipasi dimana seluruh daerah di wilayah Sulawesi mendapat ketambahan pasokan sehingga Pertamina menjamin ketersediaan stok.

Untuk seluruh wilayah Sulawesi, paparnya, total konsumsi elpiji bersubsidi bagi masyarakat prasejahtera ini diprediksi naik 9 persen atau sebesar 38.505 metrikton dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 35.474 Metrik ton.

Baca juga: Achrul: Kemungkinan ada mafia elpiji di Palu

Sementara, konsumsi elpiji non subsidi juga diprediksi naik sebesar 5 persen atau 2.767 metrikton dibanding total konsumsi normal bulanan hanya sebesar 2.636 metrikton.

Kenaikan penggunaan elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram maupun tabung 5,5 kilogram itu karena kedua produk ini semakin diminati konsumen.

Khusus konsumsi elpiji non-subsidi di Sulawesi Tengah, diperkirakan naik 18 persen atau 17 metrikton/hari dan konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+3 pasca Idul fitri yaitu naik 59 persen dibandingkan konsumsi harian normal hanya 15 Metrikton/hari.

Sales Eksekutif V Pertamina wilayah Sulawesi Tengah Bastian Wibowo mengatakan penggunaan elpiji bersubsidi, kini pertamina dan Pemerintah Daerah Tolitoli telah bersinergi mengajak para Aparatur Sipil Negara di Kabupaten tersebut menggunakan elpiji ukuran 5,5 kilogram.

Baca juga: Pemprov Sulteng pantau harga elpiji 3 kilogram

Pemkab setempat telah mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan elpiji bright gas 5,5 Kilogram oleh ASN di lingkup pemerintahan tersebut.

Bastian menjelaskan, sebagai dukungan bagi para ASN menggunakan tabung 5,5 kilogram , Pertamina menyediakan fasilitas berupa penukaran tabung gas beserta isinya dari tabung 3 kilogram ke 5,5 kilogram.

"Pertamina turut menyosialisasikan penggunaan bright gas 5,5 kilogram beserta keunggulannya termasuk langkah penggunaan elpiji yang aman," katanya.

Menurut Bastian, jika masyarakat menengah ke atas baik dari sektor rumah tangga maupun usaha beralih dari elpiji 3 kilogram ke produk bright gas 5,5 kilogrm maka distribusi elpiji akan semakin tepat sasaran, terutama elpiji 3kg.

Baca juga: Pertamina: masyarakat mulai beralih ke elpiji nonsubsidi
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar