Sigi kembangkan bawang putih penuhi kebutuhan pasar

id bawang

Ilustrasi (Foto Antara/dok)

Sigi,  (Antaranews Sulteng) - Pemkab Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah akan mengembangkan komoditas tanaman hortikultura, khususnya bawang putih untuk memenuhi kebutuhan pasar yang setiap tahunnya terus meningkat.

Denny Paiman, salah seorang petugas penyuluh lapangan (PPL) bidang pertanian di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Sabtu mengatakan ada tiga desa di tiga kecamatan yang menjadi lokasi percontohan pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Sigi.

Dua di antaranya adalah Desa Soi dan Dombu di Kecamatan Marawola Barat.

Desa yang menjadi areal pengembangan komoditas pangan tersebut, semunya berada pada ketinggian di atas 1.000 meter dari permukaan laut.

Ia menjelaskan bawang putih pengembangannya tidak sama dengan bawang merah.

Bawang putih paling cocok dikembangkan pada wilayah-wilayah yang memiliki ketinggian dan juga iklim dan kondisi tanah yang mendukung.

Dan tiga desa yang menjadi lokasi percontohan pembudidayaan bawang putih di Kabupaten Sigi, semuanya cocok untuk ditanami komoditas hortikultura itu.

Pemkab Sigi, kata dia, telah mengalokasikan sekitar 10.000 hektare tersebar di tiga desa untuk program pengembangan komoditas bawang putih.

Permintaan pasar terhadap komoditas bawang, menurut Denny cukup tinggi.

Apalagi, katanya, bawang putih selama ini kebanyakan didatangkan dari luar terutama Jawa Timur. Bawang putih yang beredar di pasaran Kota Palu dan kabupaten lainnya di Provinsi Sulteng selain produksi petani di Pulau Jawa, juga eks impor dari China.

Harga bawang putih di pasaran Kota Palu saat ini berkisar Rp30.000/kg dan bawang merah mencapai Rp32.000/kg.

Harga itu terbilang tinggi karena pada kondisi normal, harga bawang putih dan bawang merah paling tinggi dijual para pedagang Rp20.000/kg.

 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar