Rujab gubernur dikerumuni ratusan warga pencari 'hagala'

id Gubenrur,idul fitri,hagala

Ratusan warga antre di depan pintu rumah jabatan Gubernur Sulteng di Jalan Moh. Hatta, Rabu (13/6) untuk menanti pembagian sedekah dari gubernur menjlang Hari Raya Idul Fitri 2018. (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (Antaranews Sulteng) - Pemandangan yang sama setap tahun terulang kembali, Rabu siang, dimana ratusan warga mengerumuni rumah jabatan  Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, MSi di Jalan Moh. Hatta Kota Palu.

Mereka datang dari berbagai wilayah Kota Palu untuk menerima 'hagala' atau sedekah yang memang sudah rutin dibagikan gubernur menjelang Hari Raya Idul Fitri setap tahun. 

Anak-anak, remaja dan orang dewasa bahkan lanjut usia (manula) tampak antusias menunggu pembagian 'hagala' sejak pukul 12.30 Wita, bahkan balita pun dibawa oleh orang tuanya untuk ikut mengantre menerima sedekah berupa uang tunai dari gubernur.

"Pembagian 'hagala' ini memang dilakukan tiap tahun di rujab gubernur sini," kata Kasmin, seorang anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palu.

Saat pembagian hagala tampak beberapa perempuan pingsang akibat kepanasan dan berdesak-desakan dengan ratusan warga lain yang juga datang dengan tujuan yang sama.

Baca juga: Gubernur Bagi-bagi "hagala" Kepada Warga Miskin -

"Semua dapat bagian jadi dimohon antre. Kalau tidak mau tertib kita tunda saja, nanti besok dibagikan," ujar Sidik, seorang petugas lainnya melalui alat pengeras suara.

Untuk anak-anak, petugas membagikan uang senilai Rp20 ribu/orang. Adapun remaja, orang dewasa dan manula petugas memberi Rp50 ribu.

Belasan petugas yang terdiri atas Satpol PP Kota Palu dan aparat kepolisian Polres Palu dikerahkan untuk menertibkan dan menjaga agar tidak terjadi kericuhan.

Beberapa warga sempat meneriaki petugas dengan nada tinggi dan kata-kata yang kurang pantas lantaran tak kunjung membuka layanan pemberian hagala kepada mereka. Namun petugas tidak terpancing dengan kata-kata mereja.
 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar