Pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang sektor pertambangan

id Tambang,Industri,Perusahaan

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, (kanan) dan Bupati Morowali Anwar Hafid, saat mendengarkan penjelasan Menejer Proyek William Bunn terkait pembangunan Kilang Feronikel Unit I PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) di Bungku, beberapa tahun lalu. Perusahaan tambang nikel pertama di Sulteng yang membangun unit pengolahan nikel dengan investasi 650 Juta Dolar AS, (ANTARASulteng/Humas BDM)

Yang terjadi, walaupun penyerapan tenaga kerjanya cukup banyak, tetapi belum juga optimal karena sektor itu padat modal
Palu, (Antaranews Sulteng) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulteng masih ditopang sektor pertambangan dan industri pengolahan berbasis tambang.

"Yang terjadi, walaupun penyerapan tenaga kerjanya cukup banyak, tetapi belum juga optimal karena sektor itu padat modal," kata Miyono dihubungi dari Palu, Rabu.

Pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan I-2018 tercatat sebesar 6,62 persen, dengan kontribusi sektor pertambangan dan penggalian tertinggi sebesar 15,43 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2017 sebesar 7,14 persen. Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian tertinggi sebesar 15,18 persen.

Hal tersebut, kata Miyono, berbeda dengan industri pengolahan yang berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti di Pulau Jawa, sehingga serapan tenaga kerjanya juga banyak.

"Kalau kita tidak, berbasis tambang, sehingga serapan tenaga kerjanya juga kurang banyak,"ujar Miyono.

Kata Miyono yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah menumbuhkan industri UMKM di Sulteng, dengan industri-industri berbasis agrobisnis, pertanian, kemaritiman, industri kraeatif yang harus dikembangkan.

"Pada akhirnya akan menyerap banyak tenaga kerja," harap Miyono.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat, jumlah angkatan kerja Sulteng pada Februari 2018 sebanyak 1.570.386 orang, mengalami kenaikan 13,2 ribu orang dibanding Februari 2017.

Penduduk yang bekerja pada Februari 2018 sebanyak 1.520.304 orang, naik 9,5 ribu orang dibanding tahun 2017. Sementara itu, jumlah pengangguran sebanyak 50.082 mengalami kenaikan sekitar 3,7 ribu orang dibanding periode yang sama tahun 2017.***
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar