Presiden XI sampaikan salam untuk Presiden Jokowi

id xi

Presiden Cina Xi Jinping. (reuters)

Presiden Xi Jinping menitipkan salam untuk kawan lamanya, Presiden Jokowi
Beijing, (Antaranews Sulteng) - Presiden China Xi Jinping menyampaikan salam hangat untuk Presiden RI Joko Widodo saat menerima surat kepercayaan Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun di Beijing, Rabu petang.

"Presiden Xi Jinping menitipkan salam untuk kawan lamanya, Presiden Jokowi," kata Djauhari seusai mengikuti rangkaian seremonial kredensial di Balai Agung Rakyat, kawasan Tian'anmen, Beijing.

Menurut Dubes, Presiden Xi dengan senang hati akan menyambut kunjungan Presiden Jokowi ke daratan Tiongkok.

"Beliau (Presiden Xi) siap kapan saja menerima Presiden Jokowi," katanya yang dalam menyerahkan surat kepercayaan tersebut juga telah menyampaikan salam hangat dari Presiden Jokowi kepada Presiden Xi.

Dalam kesempatan itu pula, Djauhari atas nama Pemerintah RI menyampaikan apresiasi karena terpilihnya Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak terlepas dari dukungan Pemerintah China.

Kemudian, Xi berharap kedua dubes di Jakarta dan Beijing terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk saling mendorong hubungan Indonesia-China lebih maju lagi, kata Djauhari.

Menurut Xi, lanjut Dubes, hubungan Indonesia-China selama ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Dubes Djauhari merupakan satu di antara 13 dubes di China yang menjalani prosesi kredensial di Balai Agung Rakyat pada Rabu petang.

Dia mengenakan pakaian tradisional "Tais Tanimbar" atau tenun khas Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang dipadukan setelan jas ala melayu warna hitam dan songkok hitam.

"Ada dua yang mengenakan pakaian khas saat kredensial hari ini, saya dan Dubes Maroko," ujarnya yang pada seremonial tersebut didampingi Wakil Dubes Listyowati, Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan Firdaus, dan Atase Pertahanan KBRI Beijing Kolonel (Inf) Mochamad Sjasul Arief.

Di antara pejabat pemerintahan China yang mendampingi Presiden Xi dalam acara resmi tersebut adalah Penasihat Pemerintah sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi.

Djauhari memulai tugasnya sebagai Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk China merangkap Mongolia yang berkedudukan di Beijing pada 23 April 2018.

Sebelum bertugas di Beijing, diplomat karier kelahiran Beo, Sulawesi Selatan, 60 tahun silam itu menjadi Staf Ahli Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Namun sebelum menjadi staf ahli, Djauhari menjabat Duta Besar RI untuk Rusia.
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar