Jadwal tanam dan panen padi di Parigi Moutong terus berlangsung

id parimo,padi

Jadwal tanam dan panen padi di Parigi Moutong terus berlangsung

Wakil Bupati Parimo H Badrun Nggai SE meninjau lokasi program Padi Jagung dan Kedelai (Pajala) di Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong. (Antarasulteng.com/Humas Parimo)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Kegiatan menanam dan memanen padi oleh petani di Kabupaten Parigi Moutong setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah masih terus berjalan sesuai jadwal sehingga produksi beras tetap menjamin ketahanan pangan di daerah itu.

"Situasi ketahanan pangan Parigi Moutong saat ini Insya Allah normal dan petani masih dalam massa tanam," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong Nelson Metubun di Parigi, Jumat.

Nelson menjelaskan petani Parimo memanen padi selama periode Oktober 2017 hingga Maret 2018 pada areal seluas 28.900 hektare, sementara data sementara panen padi April-Juni 2018 tercatat 6.947,5 hektare.

"Total panen mulai Oktober 2017 hingga Juni tahun ini tercatat sebesar 35.847,5 hektare," katanya.

Parigi Moutong merupakan daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah dan menjadi sasaran peningkatan produktivitas dan produksi padi sawah dimana kabupaten itu menjadi peringkat pertama di antara 13 kabupaten/kota.

Baca juga: Target produksi padi Parigi Moutong 307.976 ton

Nelson memaparkan, dari hasil panen itu, produktivitas lahan padi tercatat mencapai 5,37 ton/hektare, dan dengan angka itu maka produksi beras yang diperoleh periode Oktober 2017 sampai Juni 2018 mencapai 125.125 ton.

Melimpahnya hasil panen padi membuat kabupaten tersebut surplus beras dan menjadi lokasi utama pengadaan beras Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Parigi Moutong juga menjadi target para pedagang beras di untuk memenuhi kebutuhan beras di provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat bagian utara.

Ia menguraikan Parigi Moutong memiliki keistimewaan dan keunikan di bidang pertanian khusunya masa tanam dan panen padi, dimana setiap saat, wilayah ini melakukan panen sekaligus menanam sehinga kabupaten ini mampu mempertahankan ketersediaan pangan yang kuat.

Dari 23 kecamatan di kabupaten itu, sebanyak 11 kecamatan menjadi kantong produksi beras yang dibagi menjadi tiga wilayah yakni wilayah selatan mulai meliputi Kecamatan Sausu, Balinggi, Torue dan Parigi selatan, kemudian wilayah tengah meliputi Kecamatan Toribulu, Kasimbar, Sidoan dan Mepanga, sementara wilayah utara mencakup Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu serta sebagian Desa Taopa dan Moutong. 

"Dengan melimpahnya hasil panen ini, kami berharap masyarakat Parigi Moutong bisa menikmati hasilnya untuk kesejahteraan mereka," tuturnya. 

Baca juga: Gubernur: Parigi Moutong harus tingkatkan produksi beras
Pewarta :
Editor : Muhammad Hajiji
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar