Universitas Alkhairaat buka prodi Biomedical Sains

id unisa

Ilustrasi (universitasalkhairaat.ac.id)

Pimpinan Unisa, Jumat pekan ini akan memenuhi undangan Kopertis Wilayah IX dalam rangka membicarakan prodi itu
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu merencanakan pembukaan Program Studi "Biomedical Sains" pada Fakultas Kedokteran untuk melengkapi dua prodi lainnya, yakni Kedokteran dan Profesi Kedokteran.

"Pimpinan Unisa, Jumat pekan ini akan memenuhi undangan Kopertis Wilayah IX dalam rangka membicarakan prodi itu," kata Rektor Unisa Dr Hamdan Rampadio di Palu, Kamis.

Biomedical Sains merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan prinsip dasar dan pengetahuan ilmu alam (biologi, kimia, dan fisika) untuk menjelaskan fenomena kehidupan pada tingkat molekul, sel, organ, dan organisme, dalam kaitannya dengan penyakit serta mencari dan mengembangkan bahan yang cocok untuk mencegah dan mengobati kerusakan karena penyakit.

"Insya Allah kalau minggu ini sudah ada kepastian dari Kemenristekdikti, maka tahun ini juga kita sudah menerima mahasiswa baru untuk prodi baru dari Fakultas Kedokteran," ujarnya.

Dia berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan rencana tersebut guna memenuhi kebutuhan analis laboratorium yang masih langka di Sulawesi Tengah.

"Insya Allah dengan dukungan semua pihak, perguruan tinggi ini akan semakin berkembang. Obsesi kita, jangan terlalu lama Fakultas Kedokteran sudah bisa meraih akreditas A," kata dia.

Kepada para alumnus Unisa Palu, khususnya Fakultas Kedokteran, dia berpesan agar terus belajar sepanjang hayat.

"Nabi berpesan tuntutlah ilmu dari ayunan sampai di liang lahat. Bahkan kalau mau profesional Nabi berpesan tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, ketika saat itu peradaban China sudah maju," kata dia.

Dia menekankan para alumnus jangan berpikir setelah jadi dokter lalu berhenti belajar.

Menurut dia, jangan pernah berhenti mempelajari teori-teori kedokteran, mengingat jenis penyakit yang begitu cepat berkembang, bahkan kadang yang muncul belum ada literatur di ilmu kedokteran yang bisa menanganinya. 
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar