19 Desa di Sigi jadi sentra pengembangan kopi

id kopi,lindu

Kebun Kopi (Foto Antara/dok)

  Sigi, (antaranewssulteng.com) - Sebanyak 19 desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menjadi pentra pengembangan berbagai jenis komoditi perkebunan, termasuk kopi merupakan primadona di daerah itu.

    Pemkab Sigi, kata Oskar  Losso, seorang pejabat di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah,Rabu membenarkan wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan beberapa komoditi perkebunan.

    "Salah satu komoditi unggulan yang dikembangkan petani adalah kopi," kata dia.

    Selain kopi, juga komoditi kakao dan kemiri. "Semua bebit yang dibutuhkan petani disediakan oleh Pemkab Sigi," kata Oskar.

    Dari 19 desa di Kecamatan Pipikoro yang akan dijadikan lokasi pengembangan kopi, kata Oskar sudah ada beberapa desa yang telah merealisasi pembukaan lahan dan penanaman.

    Bibit kopi yang akan dibudidayakan di wilayah tersebut adalah kopi lampung dan juga kopi lokal.

    Pipikoro selama ini merupakan sentra produksi kopi lokal yang cukup diminati masyarakat tidak hanya setempat, tetapi juga telah dipasarkan di berbagai kota, bahkan sampai ke mancanegara.

    Dia mengaku wisatawan mancanegara yang datang ke Pipikoro pasti menikmati minuman kopi yang diproduksi secara tradisional dan memiliki aroma dan ciri khas tersendiri.

   "Pokoknya rasanya sangat berbeda dengan minuman kopi lainnya," ujar Oskar.

   Sementara Bupati Sigi, Moh Irwan Lapata sebelumnya mengatakan wilayah Kulawi Raya telah dicanangkan sebagai lokasi pengembangan beberapa komoditi perkebunan dan juga buah-buahan.

    Dan salah satunya, kata Bupati Irwan yang kini sedang dikembangkan di wilayah Pipikoro adalah kopi. "Kopi sangat cocok dikembangkan di wilayah tersebut karena iklim dan kondisi tanahnya mendukung," kata dia.

    Guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Sigi terus membangun berbagai infranstruktur khususnya di wilayah-wilayah yang terbilang selama ini terabaikan.

    "Kita secara bertahap membangun sarana dan prasana, termasuk jalan dan juga jaringan listrik agar masyarakat bisa meningkatkan ekonomi mereka," kata bupati.

    Pada tahun ini juga, Kecamatan Pipikoro sudah akan dibangun jaringan listrik untuk menerangi desa-desa yang selama ini tidak terjangkau penerangan listrik PLN.

   Begitu pula dengan prasana jalan akan dibangun sehingga masyarakat bisa segera memasarkan hasil panen komoditi pertanian dan perkebunan ke Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

   Otomatis, jika jalan sudah memadai dan listrik PLN masuk,niscaya penghasilan dan kesejahteraan masyarakat dipastikan meningkat lebih bagus.

   "Pemkab Sigi berupaya agar pembangunan bisa dirasakan secara merata di semua wilayah yang ada di daerah itu," kata Bupati Irwan Lapata.
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar