"FAD" diharapkan menginspirasi bangga jadi anak Indonesia

id gubernur,longki

GUbernur Longki Djanggola (Antarasulteng/Ridwan)

Saya berharap dari pertemuan forum anak, nantinya dapat memberi inspirasi bagi anak-anak untuk bangga menjadi anak Indonesia dan termotivasi menjadi inspirator perubahan
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Sulawesi Tengah sebagai wadah anak di daerah tersebut diharapkan mampu menginspirasi sehingga mereka bangga menjadi anak Indonesia.

"Saya berharap dari pertemuan forum anak, nantinya dapat memberi inspirasi bagi anak-anak untuk bangga menjadi anak Indonesia dan termotivasi menjadi inspirator perubahan," ucap Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, di Kota Palu, terkait pertemuan forum anak daerah yang igelar oleh Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulteng, 1 - 2 Agustus 2018.

Gubernur berharap pertemuan forum anak se-Sulawesi Tengah dapat memberi inspirasi sehingga anak dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

Karena itu, ia menilai, forum anak menjadi salah satu instrumen untuk pemenuhan hak-hak anak. Dengan demikian, pertemuan forum anak daerah dari kabupaten/kota se-Sulteng yang dirangkaikan dengan program pembinaan kapasitas, FGD tentang isu anak didaerah masing-masing, diharap menjadi suara anak Indonesia Sulawesi Tengah yang maju dan berkembang.

"Saya menyambut baik forum anak daerah, sebagai tempat anak-anak untuk menyampaikan aspirasinya seperti kebutuhan, keinginan bahkan kehawatiran anak tentang pemenuhan dan perlindungannya," sebut Longki Djanggola.

Lewat forum anak, sebut dia, anak diharapkan dapat mengekspresikan pandangannya, sehingga nanti dapat berperan aktiv dalam proses pembangunan daerah. Tentu hal itu didukung dengan nilai-nilai kearifan lokal, etika dan sopan santun.

Gubernur menyarankan agar hukuman terhadap pelaku kekerasan terhadap anak, harus yang seberat-beratnya agar ada efek jerah.

"Buat saya, saya sarankan kepada mereka yang melakukan kekerasan terhadap anak harus diberikan hukuman yang paling berat, supaya ada efek jerah," kata Longki Djanggola.

Ia menyebut, jika tidak diberikan hukuman yang seberat-beratnya dan belum memberikan efek jera, maka akan dipandang remeh bagi pelaku kekerasan terhadap anak. "Kalau tidak, nanti ?ya dianggap hukumannya cuman segitu," ujar Longki Djanggola.

Karena itu perlu diberikan hukuman yang seberat-beratnya, menurut dia, sekalipun pelaku dari kekerasan terhadap anak adalah orang tua dari korban. 

Baca juga: Gubernur minta pemkab wujudkan kota layak anak
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar