Ketua KPU Parigi Moutong mundur

id KPU Parigi,Amelia Idris

Ketua KPU Parigi Moutong, Amelia Idris. (Foto: Antaranwes Sulteng/Moh Ridwan)

Kami tidak bisa berkomentar banyak terkait pengunduran diri Amelia karena itu merupakan kewenangan KPU Sulteng, yang kami bisa lakukan sat ini yakni menindak lanjuti surat KPU Sulteng untuk menentukan ketua selanjutnya
Parigi (Antaranews Sulteng) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Amelia Idris mengundurkan diri dari jabatannya setelah rapat pleno pengunduran Ketua KPU di Sekretariat KPU setempat, Jumat petang.

     

Pengunduran diri Amelia itu karena alasan bahwa dirinya akan berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji 2018 dan jadwal pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Parigi Moutong, Sabtu (4/8).

"Kami tidak bisa berkomentar banyak terkait pengunduran diri Amelia karena itu merupakan kewenangan KPU Sulteng, yang kami bisa lakukan sat ini yakni menindak lanjuti surat KPU Sulteng untuk menentukan ketua selanjutnya," kata Haris, salah seorang Kominioner KPU setempat.

Amelia Idris menjabat sebagai komisioner di lembaga penyelenggara Pemilu itu selama tiga periode, yakni 2005-2010 dan 2010-2014. Dua periode itu, ibu lima anak ini masih menjabat sebaga anggota. Pada periode 2014-2018 ia dipercayakan memegang kendali sebagai KPU Parigi Moutong.

Setelah pleno pengunduran dirinya dari jabatan strategis tersebut, Komisioner KPU setempat berembuk dan menghasilkan kesepakatan bersama memilih Iqbal Bungadjim sebagai ketua defenitif melanjutkan sisa massa jabatan Amelia hingga Desember 2018.

Amelia merupakan perempuan pertama menjabat sebagai ketua di lembaga tersebut, dimana ia memimpin lembaga penyelenggara Pemilu hingga Pilkada yang baru saja usai diselenggarakan tidak terjadi insiden yang menimbulkan korban jiwa.

     

Alasan lain mundurnya Amelia, bahwa dirinya akan ikut mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif di DPRD Sulteng daerah pemilihan (Dapil) Parigi Moutong pada Pemilu 2019 mendatang. Amelia akan bergabung di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) besutan politisi Surya Paloh. 

     

Haris memaparkan, rapat pleno penguduran diri ketua dihadiri lengkap lima komisioner.

"Kami secepatnya memohon kepada KPU Sulteng agar memproses pengganti antar waktu meninggat tahapan Pemilu 2019 sementara berjalan," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar