Universitas Alkhairaat kirim empat dokter ke Lombok

id universitas,alkhairaat,unisa,palu,relawan,kesehatan,kedokteran

Tim relawan medis "Arteria" Fakultas Kedokteran Unisa yang dipimpin dr. Muh. Ikhlas yang bertugas untuk membantu penanganan dan pemulihan kesehatan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (www.sulteng.antaranews.com/Fauzi Lamboka)

Kalian yang membuat orang di sana bisa tidur nyenyak dan makan dengan baik
Palu, (Antaranews Sulteng) - Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu mengirimkan empat dokter dan enam sarjana kedokteran untuk membantu penanganan dan pemulihan kesehatan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mereka tergabung dalam tim relawan medis "Arteria" Fakultas Kedokteran Unisa yang dipimpin dr. Muh. Ikhlas, Sp.B, M.Kes.

Ketua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Unisa Palu dr. Ruslan Ramli di Palu, Rabu, mengatakan tugas tersebut merupakan suatu amanah yang harus mereka jalankan untuk meringankan beban warga korban gempa di daerah itu.

"Kalian berangkat tanpa ada kata tanya, di mana bisa makan dan bisa tidur. Kalian yang membuat orang di sana bisa tidur nyenyak dan makan dengan baik," kata dia Ruslan saat melepas tim relawan medis di Aula Fakultas Kedokteran Unisa.

Selain dokter Muh. Ikhlas, tiga dokter lainnya yakni Muhammad Ali palanro, Arwinda, dan Imam Munandar, sedangkan enam sarjana kedokteran, yakni Pedro Sumampouw, Fika Achmad, Andi Aslinda, Ade Indra, Ichfan Nabiu, dan Putra Rahman hakim

Baca juga: Sepuluh dokter Unisa siap mengabdi di masyarakat

"Ini adalah panggilan hati, di mana kami bekerja sama sekira satu pekan di Lombok," kata Muh. Ikhlas.

Rektor Unisa Palu Hamdan Rampadio yang diwakili Wakil Rektor I Ahsan Marjudo mengatakan kegiatan tersebut bagian dari implementasi visi-misi Unisa Palu dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Untuk para relawan agar membawa ciri khas kedokteran Unisa, berbasis religi dan bagi yang Islam jangan meninggalkan shalat. Demikian pula yang nonmuslim untuk tetap beribadah," kata dia.

Dia juga meminta para relawan tidak lupa mengirimkan doa dan bacaan surat Al-fatihah kepada pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri.

"Semoga dengan itu semua, pekerjaan dapat dimudahkan Allah SWT," kata dia.

Tim relawan direncanakan berangkat pada Kamis (9/8) dengan membawa sejumlah bantuan dari civitas akademika Universitas Alkhairaat Palu.

Baca juga: Universitas Alkhairaat buka prodi Biomedical Sains
Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar