Warga sesalkan pencurian marak pascagempa di Lombok

id gempa,lombok

Warga menyelamatkan barang berharga miliknya di antara reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Lombok Barat, NTB, Selasa (7/8/2018). Sejumlah warga mulai memberanikan diri untuk mengamankan barangnya dari rumahnya yang rusak karena kuatir dijarah orang. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Harta benda warga banyak yang hilang akibat ditinggal mengungsi
Mataram, Lombok,  (Antaranews Sulteng) - Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyesalkan maraknya aksi pencurian pascagempa dengan skala 7.0 SR yang terjadi pada Minggu (9/8).

"Harta benda warga banyak yang hilang akibat ditinggal mengungsi," kata Bagus salah satu warga Selaparan di Mataram, Kamis.

Ia menyebutkan barang yang hilang bermacam-macam mulai dari gas tabung, makanan toko, hingga sepeda motor milik masyarakat yang rumahnya ditinggal mengungsi.

Bahkan hewan ternak pun ada laporan sampai hilang seperti kuda dan sapi milik warga. "Di Mataram saja kami mengumpulkan informasi ada sekitar 70an lebih motor hilang setelah gempa," tambahnya.

Mendukung pernyataan Bagus, Farouk warga Mataram juga membenarkan adanya aksi pencurian setelah gempa. "Makanya di sekitar rumah sekarang kami gilir untuk ronda, walau warganya sudah mengungsi," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan kampung terdampak gempa kondisinya memang relatif sepi. Rumah yang ditinggalkan beberapa masih dalam kondisi terbuka.

Selain itu masih terlihat beberapa barang yang masih memiliki nilai ekonomis diantara reruntuhan bangunan yang roboh seperti motor, perlengkapan rumah tangga hingga barang elektronik.

Kondisi tersebut disayangkan warga yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagus dan Farouk berharap, aparat dapat lebih aktif untuk menjaga keamanan selain berfokus pada penanganan korban gempa. ***4***
 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar