IAIN siapkan hunian bagi mahasiswa kurang mampu

id IAIN

Ketua Panitia AICIS Ke-XVIII Dr Abidin memimpin rapat perampungan agenda kedatangan Presiden Joko Widodo sekaligus evaluasi progres capaian kinerja panitia, di IAIN Palu, Senin 6/8. (Antaranews Sulteng/Muhammad Hajiji) (Antaranews Sulteng/Muhammad Hajiji/)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menyiapkan hunian/tempat tinggal bagi mahasiswa ekonomi menengah ke bawah (kurang mampu), sebagai bentuk keringanan untuk pemerataan pelayanan pendidikan tingkat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

"Iya, salah satu komponen mahasiswa yang dapat menempati rusunawa yaitu, mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenyam pendidikan tingkat perguruan tinggi," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu Dr Abidin Djafar, terkait bantuan IAIN terhadap mahasiswa, di Palu, Kamis.

Abidin menguraikan IAIN Palu memiliki rusunawa yang terdiri dari dua gedung berlantai tiga di Kelurahan Tipo. Gedung itu dapat menampung ratusan mahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Ia menjelaskan terdapat tiga komponen yang layak menempati rusunawa tersebut, pertama mahasiswa yang masuk dalam program kelas internasional (international class).

"Untuk mahasiswa international kelas, kuota yang tersedia berjumlah 40 orang. IAIN memiliki dua kelas dengan jurusan yang berbeda, karena itu setiap kelas diisi 20 mahasiswa," urai Abidin.
 
Gedung rusunawa IAIN Palu di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi Kota Palu (Foto Antara/Muhammad Hajiji) (Foto Antara/Muhammad Hajiji/)


Ia mengemukakan, mahasiswa kelas internasional ini bebas dari pembayaran SPP/UKT, difasilitasi tempat tinggal dan makanan selama 8 semester. Mereka akan menjalani pemondokkan setelah jam kuliah, selama 8 semester tersebut.

"IAIN akan melibatkan tenaga pengajar dari luar negeri dan tingkat nasional untuk mengajari langsung mahasiswa kelas internasional," ujarnya.

Berdasarkan hasil ujian calon mahasiswa baru jalur lokal mandiri, panitia menetapkan 9 peserta layak untuk menempati kelas international, dari 899 peserta yang dinyatakan lulus pada seleksi masuk PTKIN IAIN Palu.

Komponen kedua yaitu mahasiswa ekonomi menengah kebawah. Komponen ketiga yaitu mahasiswa bidikmisi.

"Bagi mahasiswa ekonomi menengah kebawah yang nilainya bagus, etika dan tata kramanya juga baik, maka akan ditempatkan di rusunawa," sebutnya.

Lanjut dia mengemukakan peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi pada jalur lokal mandiri untuk segera melakukan registrasi/pendaftaran ulang serta wawancara. wawancara itu berkaitan dengan pengenaan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP/smester.

"Nilai dari UKT atau SPP itu sendiri bervariasi, mulai dari Rp400.000, Rp.600.000, Rp.1,200.000 dan Rp.2.200.000," urainya.

Lanjut dia menerangkan batas waktu pendaftaran ulang/registrasi sekaligus wawancara dan pembayaran UKT/SPP yaitu tanggal 24 Agustus 2018. Selanjutnya mahasiswa akan mulai mengikuti proses perkuliahan smester ganjil pada tanggal 3 September 2018, sesuai kalender akademik IAIN Palu.

Baca juga: IAIN Palu resmi gunakan rusunawa
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar