Seniman Spanyol belajar tari Pamonte di Parigi

id Parimo,spanyol,pamonte

Para seniman Spanyol belajar tari tradisional Pamonte di Parigi, Senin (13/8) (Antaranews Sulteng/Humas Pemda Parimo)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Sebanyak 50 seniman Spanyol yang tergabung dalam kelompok musik Orkestra de Camara de Siero (Ocas), tampak serius mempelajari tari tradisional suku Kaili yang disebut pamonte saat berkunjung ke SDN 1 Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin.

Kunjungan Ocas Spanyol ke SDN Bantaya itu merupakan rangkaian kegiatan Gelar Budaya Indonesiana yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tahun ini menunjuk Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong menjadi tuan rumah selama 11–14 Agustus 2018.

Di sekolah yang dimpipin Septin Saguni SPd itu, kelompok Ocas Spanyol diperkenalkan beberapa dengan tarian dan kesenian Kabupaten Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah, salah satunya adalah tarian Pamonte. 

Didampingi guru dan beberapa penari, anggota Ocas mengikuti beberapa gerakan tarian pamonte. Kelucuan terlihat ketika anggota Ocas yang rata-rata berusia muda ini terlihat kaku mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh para penari.

Anggota kelompok asal Asturias Spanyol ini juga sempat menari dero bersama para siswa dan guru di SDN 1 Bantaya. 

Kebersamaan tanpa melihat latar belakang kultur dan bangsa ini tampak terlihat saat mereka melakukan dero bersama. 

Baca juga: Ribuan masyarakat palu nikmati konser orkestra spanyol
Baca juga: Konser Vincolas ramaikan pembukaan Vuladongga Indonesiana


Dalam kunjungan itu, Kelompok Ocas Spanyol juga sempat memainkan musik orkestra dengan membawakan beberapa instrumental lagu Kaili.  

Ditemui di sela-sela kegiatan itu, Kepala SDN 1 Bantaya, Septin Saguni SPd mengaku terharu bahwa sekolah yang dipimpinnya dikunjungi kelompok Ocas Spanyol.

"Saya kaget sekaligus terharu, karena ini pertama kalinya ada puluhan 'bule' masuk ke sekolah kami. Mereka tidak hanya datang berkunjung tapi belajar banyak mengenai kesenian kita, salah satunya adalah tarian Pamonte," ujar Septin.

Ia berharap kunjungan itu bisa menjadi media sosialisasi kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, sehingga bisa lebih dikenal ke dunia internasional. 

"Mereka tadi belajar tarian pamonte bersama guru dan siswa. Harapannya ketika tarian ini diperkenalkan kepada mereka, akan bisa terekspose hingga ke manca Negara," harapnya.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong Eny Susilowati mengatakan kelompok Ocas Spanyol juga berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di desa Bambalemo dan beberapa komunitas seperti suku Gorontalo, Kaili, Bugis, dan Jawa yang ada di Parigi.
 
Para seniman Spanyol tampak sukacita saat mengunjungi sebuah sekolah dasar di Parigi, Senin (13/8) (Antaranews Sulteng/Humas Pemda Parimo)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar