Dinas Bina Marga Sulteng gelar lomba marathon 'Merdeka Run'

id marathon,palu,bina marga

Kepala Dinas BMPR Sulteng H Syaifullah Djafar, MSi saat mengikuti lomba marathon internasional 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Antaranews Sulteng/Istimewa)

Palu (Antaranews Sulteng) - Komunitas olahraga lari marathon Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulawesi Tengah, Bima Tarung Runners, akan menggelar lomba lari marathon bertajuk Merdeka Run 2018 untuk memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan pada Sabtu, 18 Agustus 2018.

"Awalnya lomba ini terbatas hanya untuk karyawan lingkup Dinas BMPR Sulteng, tetapi belakangan beberapa komunitas lari di Kota Palu seperti Klub Seumuran dan Riot Palu tertarik untuk mengikutinya," kata Syaifullah Djafar, Kepala Dinas BMPR sekaligus pembina Komunitas lari Bima Tarung Runners.

Pencinta olahraga lari yang telah mengikuti puluhan lomba marathon di berbagai negara di dunia itu mengemukakan bahwa titik finish akan dilakukan di Anjungan Gonenggati Donggala sebagai salah satu kontribusi para pelari dalam mempromosikan Donggala sebagai Kota Wisata di provinsi ini.

"Jarak tempuh yang akan dilalui peserta mencapai 33,77 kilometer," ujarnya.

Syaifullah menyebut bahwa lomba marathon ini tidak menyediakan hadiah dalam bentuk uang tunai, namun semua peserta yang mencapai garis finis akan mendapatkan medali eksklusif bertulis 'Merdeka Run' dan 'Bima tarung Runners'.

Hal yang penting pula terkait lomba marathon kali ini adalah bahwa semua peserta yang berasal dari jajaran Dinas BMPR akan memanfaatkan lomba ini untuk inspeksi ruas jalan Palu-Donggala yang akan menjadi lintasan Etape V (Donggala-Palu) peserta lomba balap sepeda wisata internasional bertajuk Tour de Central Celebes (TdCC), 14-18 Oktober 2018.
Ini dia medali eksklusif yang disediakan untuk par finishers 'Merdeka Run' 2018 yang diselenggarakan Bima Tarung Runners pada Sabtu, 18 Agustus 2018. (Antaranews Sulteng/Istimewa)

Baca juga: Warga Palu antusias saksikan lomba marathon CCM
Baca juga: Pelari Kenya target borong juara Central Celebes Marathon 2018
Baca juga: Central Sulawesi governor flags off runners of central celebes marathon


Syaifullah menyebutkan bahwa ruas jalan ini perlu mendapat pengawasan khusus karena beberapa titik di antara Kota Donggala dan Palu terdapat puluhan usaha penambangan pasir kerikil yang kendaraan pengangutnya lalulalang di jalan raya setiap hari yang membuat badan jalan penuh kerikil yang jatuh dari atas kendaraan.

"Kami memang masih akan melakukan koordinasi lebih intens dengan para pengusaha tambang agar pada hari 'H' TdCC nanti, jalanan di ruas Palu-Donggala ini dipastikan bebas kerikil," ujarnya.

TdCC II Tahun 2018 yang memperebutkan bonus dengan nilai total Rp1,3 miliar ini akan diikuti sekitar 250 pebalap yang terbagi dalam 26 tim dari 22 negara di lima benua, termasuk lima tim dari Indonesia, dengan menempuh jarak 758,2 kilometer dari Kabupaten Banggai, melintasi Kabupaten Tojo Unauna, Poso, Parigi Moutong, Sigi, Donggala dan Kota Palu.
Seorang pelari putri asal Kenya berbincang dengan Ketua Panitia CCM 2018 Syaifullah Djafar dan Sekretaris Panitia Hendrik Lianto (kanan) di lokasi pengambilan race-pack Taman GOR Palu, Sabtu. (Antaranews Sulteng/Steven)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar