Bupati Samsurizal: saya tak akan kompromi lagi

id Parimo,samsurizal

Bupati Samsurizal: saya tak akan kompromi lagi

Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu (Antaranews Sulteng/Humas Pemda Parimo)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu akan melakukan seleksi yang ketat dalam pengisian atau penggantian pejabat pada pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Pelantikan itu rencananya akan dilakukan sebelum ia bersama Wakil Bupati H Badrun Nggai SE dilantik kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong periode 2018-2023 pada 10 Oktober mendatang.   

Samsurizal dengan tegas mengatakan tidak akan melakukan kompromi terhadap OPD yang kinerjanya tidak mencapai target, bahkan jika target itu tak bisa dicapai akan berisiko pada jabatan.

"Saya tidak akan kompromi lagi, semua OPD harus ada target dan risikonya adalah jabatan," tulis Bupati Samsurizal pada pesan WhatsApp Grup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dikutip, Kamis.    

Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi masih ditemukannya kasus kematian ibu melahirkan di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong.

"Target Dinkes harus mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Ini target, bila tidak mampu maka pejabat di jajaran Dinkes harus dievaluasi. Demikian juga OPD lainnya, semua harus ada target masing-masing," tegasnya.

Baca juga: Samsurizal-Badrun pemenang Pilkada Parigi Moutong
Baca juga: Pasangan Sabar programkan Rp1 miliar per Kecamatan


Alumnus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Tahun 1983 itu sempat menyindir pejabat eselon yang terkesan tak mempedulikan lagi atasan dalam melaksanakan kegiatan di OPD.

Padalah, katanya, di setiap level pemerintah kabupaten ada yang memimpin dan bertanggung jawab terhadap sebuah kegiatan, tetapi fakta yang terjadi ada yang mencoba melakukan 'by pass' atau potong kompas.

"Kabupaten ada yang memimpin dan ada yang bertanggung jawab, jadi kalau ada kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD agar dilapor dulu kepada pimpinan. Semua ini merupakan kegiatan yang dipertanggungjawabkan oleh pimpinan daerah dan bagian dari penilaian kinerja," ujarnya.

Kedepan, Samsurizal mengaku akan menerapkan pemberian penghargaan kepada setiap individu berdasarkan hasil kinerja sebab pendidikan, kenaikan golongan dan kenaikan eselon bukan jatah, tetapi merupakan penghargaan dari hasil kerja yang dibebankan pada setiap individu masing-masing dan tim tersebut.

"Ini akan saya terapkan," tandas pejabat yang pernah mengikuti pendikan militer Air Borne West Point di Amerika Serikat itu. (Jeprin/Humas Pemda Parimo)
 
Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu (kiri) dan Wakil Bupati Badrun Nggai (Antaranews Sulteng/Istimewa)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar