IHSG menguat seiring meredanya ketegangan perang dagang

id ihsg

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/)

Jakarta, (Antaranews Sulteng) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat 60,12 poin seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perang dagang.

IHSG ditutup menguat 60,12 poin atau 1,04 persen menjadi 5.858,27. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,67 poin atau 1,28 persen menjadi 922,46.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham.

"Tiongkok akan meminta izin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memberlakukan sanksi terhadap AS. Namun, AS mengajak Tiongkok untuk melakukan pembicaraan perdagangan. Situasi itu meredakan kecemasan pasar," paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, ekonomi Turki dan Argentina yang mulai menunjukan perbaikan menambah harapan positif bagi psikologis investor untuk masuk ke pasar saham.

Ia menambahkan meredanya kekhawatiran global itu mendorong mata uang rupiah kembali bergerak ke bawah level Rp14.800 per dolar AS.

"Akumulasi sentimen positif, baik dari eksternal dan global itu berdampak positif pada pergerakan IHSG," ujarnya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (12/9) sebanyak 395.918 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,39 miliar lembar saham senilai Rp6,68 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 149 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei naik 216,71 poin (0,96 persen) ke 22.821,32, indeks Hang Seng menguat 669,45 poin (2,54 persen) ke 27.014,49, dan indeks Strait Times menguat 7,12 poin (0,23 persen) ke posisi 3.131,77. 

Baca juga: IHSG dibuka melemah 16,08 poin
Baca juga: IHSG kembali turun karena investor masih khawatir

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar