Deklarasi #2019GantiPresiden di Sulteng ditunda

id deklarasi

Presidium Deklarasi #2019GantiPresiden, Andi Akbar (kiri) (www.sulteng.antaranews.com/Fauzi Lamboka)

Palu, (Antaranews Sulteng) - Presidium Tagar Gerakan #2019GantiPresiden di Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Akbar menyatakan deklarasi yang direncanakan pada 23 September 2018, akan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Kami mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Sulteng, dan ucapan terimakasih sudah mendukung dan mendoakan gerakan ini," kata Andi melalui surat pernyataannya di Palu, Jumat malam.

Andi menjelaskan alasan penundaan deklarasi karena adanya upaya dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, yang ingin membenturkan agenda deklarasi dengan tablig akbar ustadz Abdul Somad di Palu.

"Panitia deklarasi mengambil langkah dengan mengedepankan kemaslahatan masyrakat Sulteng untuk menunda agenda deklarasi," ujar Andi.

Andi menegaskan, deklarasi akbar akan tetap dilakukan dalam rangka menganti presiden republik Indonesia secara konstitusional, pada pemilihan presiden tahun 2019. 

"Kami terus melakukan koordinasi dan menunggu Instruksi dari Dewan Presidium pusat mengenai situasi saat ini," kata Andi.

Sementara itu, berkaitan dengan telah bergabungnnya Neno Warisman sebagai wakil ketua Tim Pemenangan pusat Prabowo-Sandi, Maka arah Gerakan yang sebelumnya adalah #2019GantiPresiden, akan beralih ke #2019GantiPresiden sudah saatnya Prabowo-Sandi.

Surat pernyataan itu dibuat dan ditandatangani ketua panitia deklarasi Citrawan Kisman Djiho, sekretaris Edi Setiawan, serta presidium deklarasi Andi Akbar Panguriseng. 
Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar