Warga Palu berzikir minta perlidungan tuhan

id dzikir

Warga Palu berzikir minta perlidungan tuhan

ILustrasi (antaranews)

Kami melakukan zikir dan berdoa bersama supaya mendapat perlindungan dari Allah SWT. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar orang mengetahui kebesaran-Nya untuk segera sadar atas apa yang sudah diperbuatnya
Palu (Antaranews Sulteng) - Warga Palu, Sulawesi Tengah melaksanakan zikir sekaligus berdoa bersama meminta perlindungan dan diakhiri shalat gaib untuk meminta keselamatan kepada Tuhan agar musibah gempa segera berakhir.

"Kami melakukan zikir dan berdoa bersama supaya mendapat perlindungan dari Allah SWT. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar orang mengetahui kebesaran-Nya untuk segera sadar atas apa yang sudah diperbuatnya," kata Tokoh Masyarakat Palu, Abdurahman di anjungan Talise, Palu, Jumat

Tidak hanya itu, makna dari gempa bumi dengan skala 7,4 mangnitude disertai tsunami yang menewaskan ribuan orang termasuk orang hilang dan berdampak pada kerusakan rumah-rumah pascagempa.  "Mudah-mudahan Allah SWT memberikan perlidunganya kepada seluruh warga kota. Gelaran zikir di pusatkan di Anjungan Talise, karena lokasi tersebut banyak menelan korban jiwa meninggal dunia," katanya. 

Sebelum kejadian, pelaksanaan zikir bersama tersebut diisi ratusan orang baik berasal dari warga Palu Timur, Palu Barat dan Palu Utara membuat warga di Kabupaten Donggala ini digelar Majelis Dzikir Nurul Khairat.

Zikir dan doa bersama tersebut atas penolakan penyucian Palu serta mendoakan para korban, agar diberikan keselamatan serta pimpinan Majelis Dzikir Nurul Khairat, Almukarom Al Habib Soleh Bin Abubakar Al Idrus.

Sedangkan lokasi sangat dekat hingga ke daerah sebelahnya. Kegiatan ini diinisiasi oleh perwakilan Majelis Dzikir Nurul Khairat dilaksanakan di Anjungan Pantai Talise, Palu Timur, Palu , "Kita akan terus melaksakan zikir bersama sekaligus berdoa kepada Allah SWT agar gempa tidak lagi terjadi di Palu dan daerah lainnya di Indonesia juga dijauhkan dari bencana lain," katanya.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar