Puluhan ASN meninggal akibat gempa dan tsunami

id gempa,tsunami,asn

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Mohamad Hidayat Lamakarate pimpin apel bersama pejabat Pemda Sulteng dan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Praja Sulawesi Utara, Praja Sulawesi Selatan dan Seluruh ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Senin, (08/10) (Arfan) (Arfan/)

Palu (Antaranews Sulteng) - Hingga Kamis (11/10), jumlah aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tercatat meninggal dunia sebanyak 24 orang yang didominasi guru sekolah dan satu orang hilang.

Selain itu, 13 orang pegawai harian lepas (PHL) juga dinyatakan meninggal dunia, yang didominasi oleh pegawai satpol PP dan meninggal di anjungan Palu Nomoni Palu. Kemudian, sebanyak 16 orang PHL masih dinyatakan hilang.

Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said mengatakan gempa dan tsunami itu berdampak pada seluruh tataran masyarakat Kota Palu.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat hingga, Kamis (11/10), sebanyak 36 orang ASN dinyatakan meninggal dunia.

Kepala BKD Sulteng, Zubair menyatakan data itu, berdasarkan daftar hadir dari 48 organisasi perangkat daerah (OPD).  Namun, 28 OPD yang melaporkan adanya ASN menjadi korban.

"Kami sudah menghubungi para Kepala OPD untuk segera menugaskan para kasubag kepegawaian agar mendata para ASN yang menjadi korban bencana," jelas Zubair.
Sehubungan dengan asuransi pensiun kata dia, Pemprov Sulteng telah bekerjasama dengan PT Taspen, dan akan memproses kebutuhan ASN yang meninggal akibat bencana dan sesegera mungkin akan membayarkan dana Taspen tersebut.

"PPihak keluarga yang menjadi korban melapor ke BKD disertai data tertulis untuk kebutuhan pengusulan pensiun ke BKN. Terkait dengan surat keputusan baik saat pengangkatan pegawai sampai meninggal dunia, datanya ada di BKD, karena kita punya data digitalnya," jelas Zubair. 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar