Puluhan ASN meninggal dunia pascagempa dan tsunami

id gempa

Arsip foto, Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Berdasarkan data BNPB jumlah korban akibat gempa dan tsunami per (30/9) pukul 13.00, sebanyak 832 orang meninggal dunia, 540 luka berat dan 16.732 pengungsi yang tersebar di 24 titik. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18 (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA/)

Kami sudah menghubungi para Kepala OPD untuk segera menugaskan para kasubag kepegawaian agar mendata para ASN yang menjadi korban bencana
Palu, (Antaranews Sulteng) - Hingga Kamis (11/10), jumlah aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tercatat meninggal dunia sebanyak 24 orang yang didominasi guru sekolah dan satu orang hilang.

Selain itu, 13 orang pegawai harian lepas (PHL) juga dinyatakan meninggal dunia, yang didominasi oleh pegawai Satpol PP dan meninggal di anjungan Palu Nomoni Palu.

Kemudian, sebanyak 16 orang PHL masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat hingga Kamis (11/10), sebanyak 36 orang ASN lingkup pemprov dinyatakan meninggal dunia.

Kepala BKD Sulteng Zubair mengatakan data itu berdasarkan daftar hadir dari 48 organisasi perangkat daerah (OPD), namun 28 OPD yang melaporkan adanya ASN menjadi korban.

"Kami sudah menghubungi para Kepala OPD untuk segera menugaskan para kasubag kepegawaian agar mendata para ASN yang menjadi korban bencana," jelas Zubair.

Sehubungan dengan asuransi pensiun, kata dia, Pemprov Sulteng telah bekerja sama dengan PT Taspen dan akan memproses kebutuhan ASN yang meninggal akibat bencana dan sesegera mungkin akan membayarkan dana Taspen tersebut.

"PPihak keluarga yang menjadi korban melapor ke BKD disertai data tertulis untuk kebutuhan pengusulan pensiun ke BKN. Terkait dengan surat keputusan baik saat pengangkatan pegawai sampai meninggal dunia, datanya ada di BKD, karena kita punya data digitalnya," jelas Zubair.
 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar