Mobiler dan Elektronik IAIN Palu hancur dihantam gempa-tsunami

id Iain

Sejumlah kursi dan meja serta ruangan dosen IAIN Palu rusak berat dihantam gempa dan tsunami. (Antaranews Sulteng/Muhammad Hajiji)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Sejumlah mobiler berupa kursi, meja, lemari dan elektronik milik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, hancur tidak dapat digunakan lagi, akibat gempa dan dihantam tsunami.

"Banyak meja, kursi, lemari serta elektronik berupa komputer, LCD komputer, dan laptop hancur dihantam gempa dan tsunami," ucap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Dr Abidin Djafar, di Palu, Senin.

Saat ini pendataan asset bergerak ataupun yang tidak bergerak termasuk mobiler dan elektronik yang hancur, rusak berat dan hilang milik Kementerian Agama yang ada pada satuan kerja IAIN Palu tengah didata kembali untuk diketahui jumlahnya.

Saat tsunami, sebagian aset IAIN Palu berpindah ke lokasi permukiman di Jalan Ponegoro, Bumi Bahari. Sebagiannya diserap oleh air laut.

Tsunami menghantam bangunan gedung IAIN Palu seperti rektorat, kondisi pascagempa rusak berat, gedung perkuliahan Fakultas Syariah saat ini kondisinya hancur. Kemudian Gedung Auditorium kondisi pascatsunami rusak berat.
 
Kondisi IAIN Palu pascagempa dan tsunami (Antaranews Sulteng/Muhammad Hajiji)


Selanjutnya satu gedung Fakultas Dakwah hilang disapu bersih tsunami.

Gedung-gedung yang mengalami rusak berat yaitu LPM dan LP2M, gedung akademik, perpustakaan, gedung dosen, laboratorium dan pengembangan bahasa, gedung ICT.

Selain mobiler dan elektronik, piagam penghargaan, sertifikat, piala dan penghargaan lainnya hilang disapu bersih tsunami pada Jumat 28 September 2018.

Beberapa kendaraan operasional milik perguruan tinggi tersebut ikut terseret lumpur tsunami pada Jumat petang itu.

Di sisi lain, sebagian asset milik IAIN Palu hilang karena dijarah oleh sekelompok orang.

Diperkiran kerugian negara untuk satker tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca juga: TNI bantu bersihkan IAIN dari lumpur pascatsunami (vidio)

 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar