Pertamina sudah layani pangkalan pengecer elpiji bersubsidi

id elpiji, gempa

Seorang anggota TNI membantu pengungsi korban gempa bumi dan tsunami yang akan membeli elpiji pada operasi pasar di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10). (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah)

Palu (Antaranews Sulteng) - Pertamina sejak dua hari terakhir ini sudah mulai melayani pangkalan pengecer elpiji bersubsidi di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

"Kemarin kami sudah mendapat droping elpiji 3kg," kata Arifin, salah seorang pemilik pangkalan pengecer elpiji subsidi di bilangan jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan, Rabu.

Ia mengatakan untuk kali pertama ini mendapat pasokan elpiji 3kg sebanyak 100 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah itu. Namun demikian juga melayani kebutuhan masyarakat diluar wilayah itu, tetapi hanya satu tabung per orang.

Pemkot Palu bersama Pertamina sebelumnya, kata dia sudah mengatur pendistribusian elpiji subsidi  di setiap wilayah permukiman penduduk.
Pangkalan tidak diperbolehkan melayani penjualan elpiji subsidi kepada pedagang.

"Elpiji subsidi hanya untuk kebutuhan rumah tangga, bukan usaha," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Sang Nyoman, pemilik pangkalan elpiji di jalan Igusti Ngurah Rai, Kecamatan Palu Selatan. Ia juga membenarkan sudah mendapat pasokan elpiji setelah hampir dua pekan pasca gempa bumi dan tsunami menghajar Kota Palu tidak pernah mendapat distribusi elpiji subsidi.

Pertamina hanya melaksanakan operasi pasar sehingga warga harus membelinya di lokasi operasi pasar dan harus mengantri, sebab banyaknya warga yang membutuhkannya.

"Tapi sudah dua hari ini, pertamina menyalurkan elpiji kepada pangkalan pengecer sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut," kata dia.

Selain melayani pengkalan pengecer, operasi pasar elpiji subsidi 3kg juga masih terus dilakukan pihak pertamina dengan menyisir lokasi-lokasi permukiman warga yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.

"Ini juga sangat membantu masyarakat," kata Marthen, salah seorang warga di jalan Lembu.

Saban hari, kata dia, truk-truk mengangkut elpiji parkir di beberapa titik untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat membeli elpiji untuk kebutuhan rumah tangga., tanpa dijaga petugas lagi.

Sebelumnya, kata dia, aparat dari TNI/Polri mengawal penjualan elpiji melalui operasi pasar yang dilaksanakan oleh PT Pertamina setempat.
Kini secara berangsur-angsur,perekonomian di Kota Palu pasca gempa bumi dan tsunami milai bangkit lagi. 
 
Warga mengantre untuk membeli Elpiji 3kg di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Pascagempa dan tsunami sejumlah kebutuhan masyarakat di Kota Palu sudah mulai diperjualbelikan dan perekonomian di kota itu mulai bergeliat. (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar