Pemerintah belum bangun huntara korban gempa-tsunami Sindue

id Nasdem,Sindue,Gempa,Tsunami

Kondisi tenda pengungsi korban gempa dan tsunami Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. (Antaranews Sulteng/Humas Nasdem Sulteng M Hamdin)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Pemerintah belum membangunkan hunian sementara untuk korban gempa dan tsunami di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

"Di Kecamatan Sindue, hunian sementara belum ada tanda-tanda akan dibangun. Padahal, di beberapa tempat Huntara telah ada," kata tokoh pemuda Desa Lero Kecamatan Sindue, Mohammad Hamdin.

Hampir memasuki pekan keempat pascabencana gempa dan tsunami mengehantam Kecamatan Sindue, kata dia, korban masih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang beratapkan tarpal.

"Korban tinggal di tenda-tenda yang tidak layak huni. Tenda-tenda tarpal yang sebagiannya bocor dan robek karena angin kencang," ujar Hamdin.

Parahnya, sebut dia, belum ada bantuan tenda yang layak dari pemerintah untuk korban gempa dan tsunami bagi warga Sindue, yang saat ini masih bertahan ditenda yang tidak layak.

Dirinya mengaku bahwa warga atau korban gempa dan tsunami hingga saat ini belum mendengar kabar mengenai lokasi sementara penampungan pengungsi.

Padahal, urai dia, terdapat sekitar 1.200 jiwa atau lebih dari 300 kepala keluarga (KK) dari berbagai desa di Kecamatan Sindue mengungsi di lapangan Sanggola Dusun 01 Pompaya Desa Lero ,Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

"Belum ada kabar dan tanda-tanda dari pemerintah untuk memindahkan korban gempa ke suatu lokasi penampungan korban gempa dan tsunami," katanya.

Lokasi yang dipilih warga untuk mengungsi di lapangan Sanggola Dusun 01 Pompaya Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, letaknya tidak berjauhan dengan laut.

Karena itu, pemerintah diharapkan segera mencari solusi untuk memindahkan pengungsi dari lapangan tersebut ke tempat yang lebih aman dan jauh dari laut.

Kecamatan Sindue menjadi salah satu wilayah yang parah saat gempa mengguncang diikutkan dengan tsunami menerjang pada Jumat 28 September 2018 petang.

Seluruh bangunan milik warga yang terdapat di pesisir pantai rusak total, rusak berat tidak dapat lagi untuk dihuni kembali pascagempa dan tsunami.

 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar