Pemprov Papua bantu Rp4,2 miliar untuk Sulteng

id bantuan,papua,bencana,gempa,sulteng

Doren Wakerkwa (kiri) dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola (kanan) (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Rp3,2 miliar uang tunai ditransfer ke rekening Pemprov Sulteng...
Palu, (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyerahkan bantuan sebesar Rp4,2 miliar kepada Pemprov Sulteng sebagai bentuk keprihatinan atas bencana yang terjadi di daerah itu, pada beberapa waktu lalu.

Bantuan itu diserahkan Gubernur Papua diwakili Asisten Gubernur, Doren Wakerkwa kepada Gubernur Sulteng yang diwakili Sekretaris provinsi (Sekprov) Hidayat Lamakarate, di kantor Gubernur, Senin.

"Rp3,2 miliar berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening Pemprov Sulteng dan Rp1 miliar dalam bentuk logistik, yang nanti disalurkan kepada korban bencana," kata Doren.

Doren mengatakan, Papua dan Sulteng, ibarat saudara, karena terletak di wilayah Indonesia Timur. Sehingga musibah yang terjadi di Sulteng, Pemprov Papua pasti akan membantu meringankan beban yang dialami korban gempa, tsunami dan likuifaksi.

"Banyak warga Sulteng dan Palu yang tinggal di Papua, memberi bantuan lewat Pemprov Papua. Bantuan tersebut juga berasal dari 29 kabupaten dan kota di Papua," katanya.

Baca juga: Pemprov Jawa Barat bantu Sulteng Rp2 miliar

Doren berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para korban bencana di Sulteng, meski menurutnya bantuan tersebut terbilang kecil.

Dia juga berharap warga Papua yang tinggal, menempuh pendidikan dan bekerja di daerah terdampak bencana Sulteng, diberikan kemudahan untuk segala keperluan dan kebutuhan mereka.

Sekprov Sulteng Hidayat Lamakarate mengatakan bantuan tersebut akan ditujukan bagi para korban bencana, yang hingga sekarang masih berada di tenda-tenda pengungsian.

Para pengungsi itu kehilangan tempat tinggal dan takut kembali ke rumahnya karena berada di pesisir pantai ataupun di sekitar lokasi likuifaksi.

"Pemerintah segera menyiapkan fasilitas berupa hunian sementara bahkan hunian tetap bagi mereka," kata Hidayat.
Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar