Rehabilitasi gedung DPRD Parigi Moutong Rp6 miliar

id dprd,parimo

Komdisi bagian teras lantai dua yang cukup parah akibat guncangan gempa 28 September 2018 lalu menghubungkan ruang sidang utama dan ruang pegawai kantor DPRD Parigi Moutong. (Foto: Antara/Moh. Ridwan)

Parigi,  (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan menganggarkan dana sebesar Rp6 miliar untuk renovasi gedung DPRD setempat yang rusak akibat gempa bumi 28 September 2018 lalu.

"Setelah uji kelayakan, disimpulkan gedung itu masih dapat digunakan kembali, namun sebelumnya harus direhabilitasi," kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong Moh Rifai di Parigi, Senin.

Selain gedung DPRD, gempa bumi tersebut juga merusak ratusan bangunan, fasilitas umum dan sosial di Parigi termasuk Rumah Sakit Anuntaloko.

Saat ini gedung DPRD Parigi Moutong belum bisa dimanfaatkan karena sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan yang cukup parah. Sementara para anggota legislatif dan pegawai berkantor sementara di rumah jabatan Ketua DPRD setempat di Jalan Trans Sulawesi Parigi.?

Rifai menjelaskan di gedung DPRD itu ada sejumlah titik yang rusak parah, di antaranya ruang sidang utama dimana semua plafon runtuh dan menimpa sejumlah fasilitas di ruangan tersebut. Selain itu atap selasar lantai dua yang menghubungkan ruang sidang dan ruang pegawai ambruk.

Selain gedung DPRD, kata dia, gedung rumah sakit Parigi juga merupakan target sasaran rehabilitasi serta prioritas pemerintah setempat, karena merupakan pusat pelayanan kesehatan, diperkirakan konstruksi bangunan tersebut menelan anggaran Rp2 miliar.

Meski begitu, ia belum mengetahui kapan rencana rehabiltasi gedung DPRD dilaksanakan namun diperkirakan pengerjaan konstruksi tersebut membutuhkan waktu paling lama enam bulan.

"Pengerjaan menunggu kebijakan bupati, kemungkinan akan menggunakan APBD. Sementara pengerjaan konstruksi jembatan di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, yang ambruk akibat gempa diperkirakan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp7 miliar," kata Rifai. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar