Bulog Sulteng kuasai stok beras empat bulan

id Bulog,beras

Puluhan buruh saban hari untuk tenaga juru pikul dan juga mengganti karung beras dari 15 kg nenjadi 10 kg/karung di gudang bulog Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur. (Foto Antara/anas masa)

Palu, (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Sulawesi Tengah mengklaim masih menguasai stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran selama empat bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Sulteng, Khozin di Palu, Kamis, mengatakan bahwa selain masih memiliki stok, Bulog juga tetap melakukan pembelian beras produksi petani di daerah-daerah yang masih ada panen.

Seperti di Kabupaten Banggai yang selama ini merupakan salah satu sentra produksi beras terbesar di Sulteng yang sedang panen dan Bulog turun ke lapangan membeli beras petani setempat.

Bahkan, kata dia, gudang penampung beras di daerah itu sudah penuh dan Bulog harus memindahkan sebagian stok ke gudang beras di Tondo, Kecamatan Palu Timur.

Soal persediaan beras, katanya, masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok yang ada pada Bulog Sulteng masih cukup memadai.

"Kalaupun stok menipis dan panen tidak ada lagi, Bulog bisa mendatangkan dari gudang beras Bulog di daerah lain yang memang surplus," kata dia.

Namun, hingga kini Bulog Sulteng belum pernah memasok beras dari luar daerah, sebab stok yang ada di sejumlah gudang Bulog di seluruh kabupaten/kota masih cukup aman.

Bulog Sulteng selain menyediakan beras medium, juga beras premium untuk usaha komersil.

Selama pascabencana alam gempa bumi dan tsunami, Bulog cukup sibuk melayani permintaan pasar untuk beras komersil. Saban hari Bulog menjual beras premium kepada konsumen yang kebanyakan adalah untuk disalurkan kepada korban bencana alam di Kota Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi.

Ia mengatakan permintaan terhadap beras premium sehari setelah bencana sampai sekarang terus mengalir dan Bulog sedikit kewalahan melayani permintaan karena cukup banyak.

Bulog, kata dia, tetap gencar melaksanakan intervensi pasar, khusus beras untuk mengamankan stok dan harga beras di tingkat pengecer.

Saban hari Bulog menggelar operasi pasar agar pedagang tidak berani menaikkan harga. "Dan ini cukup berhasil, harga beras di pengecer masih normal, meski beberapa hari setelah bencana alam, harga beras sempat naik karena dipicu permintaan masyarakat meningkat," katanya.

Namun kini, katanya, harga beras di pasaran sudah kembali normal.

Harga beras premium tertinggi Rp12.500/kg dan beras medium tertinggi Rp9.300/kg.
 
Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar