Malaysia tertarik dengan AC kereta buatan Inka

id inka,kereta,ac

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro berpose di kereta LRT di Pabrik PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/11). PT INKA akan mengembangkan pabrik baru di Banyuwangi, Jawa Timur yang direncanakan beroperasi pada 2020. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd.)

Beberapa bulan lalu Malaysia mengirim AC-nya, direvisi di sini dan selesai, sudah dikirim kembali ke Malaysia, hasilnya bagus sekali

 Madiun,  (Antaranews Sulteng) - Malaysia mulai tertarik dengan pendingin ruangan kereta api buatan PT Industri Kereta Api (Inka), kata Direktur Inka Budi Noviantoro saat peninjauan ke pabrik Inka di Madiun, Jawa Timur, Kamis/

Ia mengatakan bahwa Malaysia sudah mengirimkan satu unit pendingin ruangan untuk direvisi di PT Inka.

"Beberapa bulan lalu Malaysia mengirim AC-nya, direvisi di sini dan selesai, sudah dikirim kembali ke Malaysia, hasilnya bagus sekali," katanya.

Saat ini, lanjut dia, Malaysia tengah mempertimbangkan untuk merekondisi atau membeli baru pendingin ruangan kereta api yang tingkat komponen dalam negeri hampir 100 persen. 

"Apakah merekondisi atau membeli baru itu saja dulu karena dengan rekondisi saja sudah bagus sudah oke, mereka sendiri bukan saya yang nilai," katanya.

Rencananya ada 260 unit pendingin ruangan KA Malaysia yang akan dibutuhkan dari Inka dengan potensi nilai satu unit Rp300-350 juta. "Ini sedang proses, ini `kan akhir tahun kebutuhannya lumayan besar Rp300-350 jutaan kalikan 260, butuh anggaran yang besar," katanya. 

Budi mengatakan, proyek pembelian atau rekondisi pendingin ruangan KA itu diperkirakan akan dimulai tahun depan. 

Pendngin ruangan KA buatan Inka dinamakan I-cond yang sebelumnya harus impor dari perusahaan asal Jepang, Toshiba.

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar