PBB sampaikan keprihatian terkait pertempuran di Yaman

id pbb,Stephane Dujarric

Stephane Dujarric (@StephDujarric)

Kami terus merasa sangat prihatin dengan peningkatan konflik di Yaman

PBB, New York,  (Antaranews Sulteng) - Para pejabat PBB pada Rabu (7/11) menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan peningkatan konflik di Yaman, ancaman bagi warga sipil dan Kota Pelabuhan Laut Merah, Hodeidah --kunci bagi impor bantuan kemanusiaan.

Mereka mengatakan kerusuhan tersebut dapat mengakibatkan "bencana kemanusiaan".

"Kami terus merasa sangat prihatin dengan peningkatan konflik di Yaman," kata Juru Bicara PBB bagi Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Ia mengatakan "pertempuran sejarang telah berkecamuk di sekitar pinggiran Kota Hodeidah dalam 24 jam belakangan. Sebanyak 2.100 orang dilaporkan telah meninggalkan rumah mereka di daerah di dekat lokasi pertempuran".

Meskipun ada laporan mengenai jumlah korban jiwa di pihak sipil, juru bicara itu mengatakan jumlah korban jiwa belum diperoleh.

"Berbagai lembaga kemanusiaan terus-menerus telah memperingatkan bahwa pertempuran yang berkecamuk terus di dalam Kota Hodeidah, atau setiap peristiwa yang mengganggung operasi pelabuhan, dapat menyulut bencana kemanusiaan," kata Dujarric kepada wartawan selama satu taklimat rutin.

Dujarric mengatakan juga ada keprihatinan bagaimana konflik telah meningkat di berbagai front lain di Yaman, termasuk di Gubernuran Saada, Hajjad dan Hodeidah di Yaman Selatan.

"PBB juga terus menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar melakukan apa saja yang mungkin untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional, termasuk perlindungan warga sipil dan prasarana sipil," katanya.

Juru bicara itu mengenang bagaimana Sekretaris Jenderal Antonio Guterres pekan lalu menjabarkan langkah mendesak yang diperlukan untuk menurunkan resiko kelaparan di Yaman, termasuk perlunya untuk segera menghentikan kerusuhan.

Pada Selasa, Dana Anak PBB mengeluarkan seruan bagi diakhirinya pertempuran di sekitar rumah sakit utama di Hodeidah, tempat 59 pasien anak, 25 di antara mereka berada dalam kondisi kritis.

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar