Konsumsi Elpiji di Palu Meningkat Pascabencana

id Pertamina, elpiji, palu

Warga mengantre untuk membeli Elpiji 3kg di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Pascagempa dan tsunami sejumlah kebutuhan masyarakat di Kota Palu sudah mulai diperjualbelikan dan perekonomian di kota itu mulai bergeliat. (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah) (Antaranews Sulteng/Moh. Hamzah/)

Palu (Antaranews Sulteng)  - PT Pertamina (Persero) menyebut konsumsi elpiji 3 kilogram bersubsidi meningkat memasuki bulan kedua pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu, Sulaweai Tengah. 

"Terjadi peningkatan konsumsi sebesar 15,5 persen dari konsumsi rata-rata normal 10.446 tabung, sementara konsumsi rata-rata harian mencapai 12.066 tabung," kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII M Roby Hervindo dalam keterangan tertulisnya diterima di palu, Jumat malam. 

Pertamina MOR VII bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, melakukan inspeksi mendadak kesejumlah pangkalan memastikan ketersediaan stok. 
Dari hasil sidak, katanya, ketersediaan stok elpiji 3 kilogram dalam kondisi aman, dengan rata-rata sebanyak 50 - 100 tabung elpiji bersubsidi dan elpiji nonsubsidi sebanyak 5 - 10 tabung per pangkalan.

Sales Executive elpiji V wilayah Sulteng Bastian Wibowo menjelaskan, pascagempa berkekuatan 7,4 pada Skala Richter (SR) menghantam palu, penyaluran elpiji sudah kembali normal termasuk harga sesuai harga eceran tertinggi Rp16.000 per tabung yang ditetapkan pemerintah, bahkan tidak ada pengurangan stok. 

“Total lima agen dan 786 pangkalan sudah beroperasi kembali untuk memenuhi konsumsi elpji di Kota Palu. Saat ini stok elpiji bersubsidi tersedia di SPPBE Gema Palu sejumlah 28.000 tabung, sementara di  SPPBE Muhsans Putra Arba Mandiri terdapat 28.666 tabung,” sebut Bastian. 

Selain itu, pertamina juga memprediksi lonjakan konsumsi elpiji beraubsidi menjelang perayaan  Maulid Nabi Muhamad SAW, Selasa (20/11).

Roby memaparkan,  pertamina menyiagakan penambahan empat persen dengan total sebanyak 47.824 tabung elpiji 3 kilogram dari rata-rata konsumsi normal sebanyak 45.985 tabung untuk wilayah Sulteng.
Disamping mencadangkan penambahan, pihaknya juga menyiagakan agen dan pangkalan untuk tetap beroperasi selama libur Maulid nanti. 

"Adapun kebutuhan elpiji di wilayah Sulteng dilayani 33 agen dan 4.654 pangkalan," tambahnya. 

Baca juga: 200 ribu elpiji disalurkan untuk pemulihan pascagempa Sulteng
Baca juga: Pertamina gempur Palu dengan operasi pasar elpiji
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar