Rutan Parigi bina mental napi melalui maulid

id Rutan, parigi, pembinaan mental

Rutan Parigi bina mental napi melalui maulid

Warga binaan muslim Rumah Tahanan (Rutan) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong mendengarkan ceramah agama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SWA 1440 Hijriah di masjid Rutan Setempat, Selasa (20/11). (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Rumah Tahanan (Rutan)  Parigi,  Kabupaten Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah, melakukan pembinaan mental keagamaan bagi para narapidana dan tahaman melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah.

"Kegiatan ini serentak dilaksanakan di rutan maupun lapas diseluruh tanah air,  termasuk kami di parigi dengan tema perkuat ukuwah islamiyah," kata Kepala Rutan Parigi Sopiana di parigi,  Selasa. 

Sopiana menjelaskan,  pembinaan mental  bagi warga binaan sangat penting dilaksanakan dan sudah menjadi tanggung jawabnya,  agar ketika mereka kembali di masyarakat sikap dan perilaku lebih baik dari sebelimnya. 

Dia memaparkan,  di Rutan Parigi tercatat sebanyak 150 warga binaan muslim dari 164 warga binaan pemasarakatan. 

Buka hanya muslim, katanya, warga binaan beragama Kristen maupun Hidu mendapat pembinaan yang sama guna memperbaiki sikap dan perilaku mereka agar lebih baik.

"Bukan hanya momen peringatan Maulid, hari-hir besar keagamaan kami juga rutin melibatkan narapidana dan itu wajib diikuti,  terlepas dari pelayanan pembinaan keterampilan dan lain sebagainnya," ungkapnya. 

Menurut dia,  pembinaan mental keagamaan sudah menjadi prioritas, agar interaksi mereka bangun didalam lingkungan pemasyarakatan lebih bermartabat sehingga terjalin hubungan kekeluargaan. 

"Kita tidak ingin di lingkungan ini tumbuh sikap dan aksi premanisme,  olehnya langkah paling tepat adalah dengan cara pendekatan keagamaan," tambahnya. 

Disamping itu,  rutan atau pun lapas bukan hanya menjadi tempat khusus bagi orang-orang yang menjalani hukuman untuk menebus kesalahan mereka perbuat, tetapi didalamnya ada pemenuhan hak dan kewajiban mereka, sehingga kelak ketika mereka bebas bisa menjadi orang yang berguna.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar