Realisasi pertanaman padi Parigi Moutong lampaui target

id Padi, Parigi, produkis

Wakil Bupati Parimo H Badrun Nggai SE meninjau lokasi program Padi Jagung dan Kedelai (Pajala) di Desa Moutong Barat, Kecamatan Moutong, akhir pekan lalu. (antarasulteng.com/Humas Parimo)

Parigi (Antaranews Sulteng)  - Pemerintah KabupatenParigi Moutong,  Sulawesi Tengah, menyebut realisasi pertanaman padi 2018 di kabupaten itu melampaui target.

"Target tanam padi tahun ini seluas 59.000 hektar, namun realisasinya sudah mecapai angka 71.716,3 hektar," kata Rahma,  salah seorang pejabat Dinas Tanaman Pangan,  Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong saat dihububgi di Parigi,  Selasa. 

Rahma mengemukakan, pada musim tanam Oktober-Maret 2017-2018 tercatat luas taman padi mencapai 30.968,8 hektar dan pada April-September 2018 meningkat seluas 40.747.5 hektar,  sehingga total luas tanam pada dua musim tersebut 71.716,3 hektar.

Ia menyebut,  dari target luas tanam  kini petani setempat sudah memproduksi padi sawah sebanyak 221.897 ton dari target produksi panen semula 307.976 ton atau 30 persen dari target produksi Sulteng. 

Dia mengemukakan, realisasi produksi padi pada 2017 lalu hanya 199.465,2 ton dengan luas tanam 39.120,8 hektar dan luas panen 40.541,7 semantara tahun ini angkanya cukup meningkat tajam.

Menurut dia, meningkatnya pertanaman komoditas pangan seiring berkembangnya pengetahuan dan kemauan petani mengolah sawah.

Meskipun saat ini petani Parigi Moutong masih kekurangan alat pertanian termasuk pupuk, namun hal itu tidak menjadi hambatan bagi para petani mengolah lahan mereka guna meningkatkan hasil produksi.

"Strateginya menafaatkan kelompok,  dengan begitu pekerjaan lebih mudah karena menggunakan sistem gotong royong meskipun peralatan serba terbatas, " ujar Rahma. 

Dia memaparkan,  kabupaten berpenduduk kurang lebih 558.000 jiwa itu sebagian besar bekerja sebagai petani dan nelayan, sehingga di sektor pertanian Parigi Moutong memiliki komoditas unggulan diantaranya padi dan jagung sedangkan sektor perkebunan yakni kakao dan kelapa. 

Bahkan, kabupaten itu saat ini ditetapkan menjadi salah satu daerah pengawal ketahanan pangan Sulteng, meski begitu Parigi Moutong tetap bertekad ingin menjadi daerah penyumbang baras untuk mewujudkan swasebada beras nasional. 

"Kami ingin petani terus berinovasi agar tidak selalu bergantung dengan pemerintah. Bantuan-bantuan diberikan itu hanya bersifat sebagai stimulan menggerakan mereka supaya mandiri,  itu tujuan akhirnya, " tutur Rahma. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar