Ratusan napi di Parigi diharapkan dapat remisi

id Nasi, rutan, parigi

Seorang Sipir Rutan Olaya kelas III Cabang Palu di Kabupaten Parigi Moutong sedang menjaga aktivitas warga binaan di watku istirahat, Selasa (20/11). (Antaranews Sulteng/Moh Ridwan)

Parigi  (Antaranews Sulteng)  - Rumah Tahanan (Rutan)  Olaya Kelas III Cabang Palu di Kabupaten Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah, berencana akan memberikan pemotongan masa tahanan atau remisi kepada ratusan narapidana setempat. 

"Iya benar,  pemberian remisi didasakan karena mereka tidak membuat situasi keamanan dan ketertiban rutan terganggu saat terjadi bencana gempa bumi 28 September 2018 lalu," kata Kepala Rutan Olaya kelas III Cabang Palu Sopiana di Parigi, Selasa. 

Sopiana mengemukakan saat mereka dikeluarkan dari blok masing-masing mencari tempat berlindung yang aman karena situasi darurat, sebanyak 73 napi kabur dan pascaperistiwa itu sudah 69 napi dikabarkan kembali ke rutan, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran bahkan saat ini sudah bertatus DPO. 

"Kami sudah berkoorsinasi dengan pihak Polres setempat dan Polda Sulteng dan saat ini kami tetap mencari mereka," ungkapnya. 

Menurutnya,  pemotongan masa tahanan sebagai bentuk penghargaan kepada para warga binaannya yang patuh terhadap aturan dan pemberian remisi diupayakan tahun ini, berlaku untuk rutan dan lapas di Palu,  Donggala dan Parigi Moutong. 

Sedangkan keempat napi yang belum menyerahkan diri,  katanya,  dipastikan tidak akan mendapat remisi karena ulah mereka sendiri, bahkan keempatnya jika berhasil ditakngap akan ditempatkan di ruangan khusus sebagai bentuk efek jera.

"Kami pastikan yang mendapat pengahargaan ini lebih dari 100 warga binaan,  namun jumlah pastinya saya belum tau,  kami masih melakukan idetifikasi, " ujarnya. 

Ia menuturkan, warga binaan di rutan Olaya Parigi Moutong berjumlah 164 orang dan pascabencana aktivitas berjalan seperti seperti semula. 

"Sekarang warga binaan lapas dan rutan di tiga daerah di Sulteng yang sudah kembali sekitar 1.200 orang,  termasuk warga binaan di parigi, " ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar