Pelayanan Kemenag Sulteng berjalan normal pascabencana

id Kemenag

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) meninjau kerusakan bangunan Kantor Urusan Agama (KUA) yang rusak akibat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (19/11/2018). Selain meninjau kerusakan sejumlah fasilitas pendidikan, kantor pelayanan masyarakat di lingkungan Kementerian Agama serta rumah ibadah, Menteri Lukman Hakim Saifuddin juga menyerahkan sejumlah bantuan yang disumbangkan oleh ASN Kementerian Agama di Indonesia untuk korban bencana di daerah tersebut sebesar Rp 14,2 Miliar. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.)

Palu (Antaranews Sulteng) - Pelayanan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu telah kembali berjalan normal, seperto sebelum bencana gempa, tsunami dan likuifaksi menghantam kota itu.

"Pascabencana hingga saat ini pelayanan di ruang lingkup Kementerian Agama Sulawesi Tengah, khususnya di Kanwil Kemenag berjalan dengan baik," ucap Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke.

Rusman Langke juga telah melaporkan kondisi itu kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, saat Menag melakukan kunjungan kerja di Palu pascabencana, pada Senin (19/11).

Laporan itu disampaikan kepada Menag Lukman Hakim pada acara penyerahan bantuan uang senilai Rp10, 271 Miliar untuk korban gempa, tsunami dan likuifaksi dari ASN Kementerian Agama yang diserahkan oleh Menag Lukman Hakim, di MAN 1 Palu.

Kepada Menag ia mengaku bahwa beberapa ruangan bangunan Kantor Kanwil Kemenag Sulteng perlu diperbaiki karena retak saat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang.

Ruangan-ruangan yang perlu di perbaiki yaitu ruangan Bidang Kristen, Bidang Khatolik dan Bidang Pondok Pesantren.

Sekalipun retak, sebut dia, pelayanan bidang tersebut kepada masyarakat/umat tetap berjalan dengan baik.

Pelayanan, kata dia, berlangsung di tenda-tenda yang dipasang di halaman Kantor Kanwil Kemenag Sulteng.

"Sebagian pelayanan berlangsung di tenda, karena kondisi ruangan beberapa bidang retak," ujar Rusman.

Rusman juga melaporkan bahwa jumlah ASN Kemenag di Sulteng  1.460, yang menjadi korban gempa, tsunami dan likuifaksi 7 orang yang terdiri dari 21 anggota keluarga istri dan anak.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar