Ketua DPR RI setuju penghapusan utang korban bencana Sulteng

id Nasdem

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI Bambang Soesatyo menerima proposal penghapusan utang warga terdampak bencana Sulteng, diserahkan oleh Anggota Komisi VII DPR Ahmad M Ali dan Fungsionaris Nasdem Sulteng Rusdi Mastura, di DPR-RI, Senin. (Antaranews Sulteng/Muhammad Hajiji)

Palu (Antaranews Sulteng) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR RI) RI Bambang Soesatyo merespon baik dan menyetujui usulan penghapusan utang korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Respon Pak Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat baik, ketika saya dan Pak Rusdi Mastura membawa dan menyerahkan proposal penghapusan utang kepadanya," ucap Anggota Komisi VII DPR-RI Ahmad M Ali, dihubungi dari Palu, Senin.

Ahmad M Ali mengaku, ia dan salah satu Fungsionaris DPW Nasdem Sulteng Rusdi Mastura membawa proposal penghapusan utang dan diserahkan kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo, di ruang kerjanya, Senin.

Bendahara Umum DPP Nasdem itu menyebut, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo akan menggelar dengar pendapat menghadirkan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Namun, rencana itu menunggu elite politik lainnya khususnya anggota Komisi XI yang sedang melakukan tugas kedinasan.

Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala, menelan ribuan korban jiwa, orang hilang dan luka-luka. Bahkan bencana itu juga merusak ratusan ribu hunian/tempat tinggal masyarakat di tiga daerah itu, lahan pertanian, perikanan, tempat usaha, kendaraan dan sebagainya ikut rusak.

Karena itu, ia menilai, negara harus hadir dan wajar untuk memperjuangkan/penghapusan utang yang dimiliki oleh warga terdampak bencana di tiga daerah itu.

"Ada banyak hal negara harus hadir untuk membantu warga, membangkitkan kembali warga pascabencana," ucap Ahmad Ali.

Dia menjelaskan tidak semua utang dapat di putihkan. Ada klasifikasi dan syarat-syarat tertentu utang dapat dihapus.

"Kami memperjuangkan ini. Warga yang tidak lagi memiliki tempat tinggal, tidak memiliki tempat kerja, sementara utangnya belum lunas. Kami perjuangkan ini," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar