MUI Palu berharap Natal berlangsung aman pascagempa

id MUI,zainal abidin

Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg (Foto: Humas/Muhammad Hajiji)

Prof Zainal Abidin: nilai-nilai Natal tahun 2018, dapat terimplementasi dalam kehidupan sosial keagamaan degan kasih dan sayang.
Palu (Antaranews Sulteng) -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu berharap perayaan Natal Tahun 2018 di daerah ini berlangsung aman dan damai pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi.

"Orang-orang yang beragama, orang-orang yang beriman, melaksanakan perintah ajaran agamanya tentu saling membantu, saling menolong tanpa melihat latar belakang apapun," ucap Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin terkait upaya membangun kekompakkan dan solidaritas antarumat beragama untuk kebangkitan Sulawesi Tengah.

Prof Zainal berharap adanya kekompakkan dan solidaritas antarumat beragama dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagaman agar ibadah itu berlangsung dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa saling menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keberagamaan merupakan wujud dari keimanan karena setiap orang yang beragama pasti memiliki kecintaan terhadap perdamaian, karena agama hadir dan mengajarkan tentang kedamaian, ketenteraman, dan kenyamanan.

Guru Besar Pemikiran Islam Modern IAIN Palu itu menyebut bahwa semua yang beragama dan diakui oleh negara berhak untuk hidup di Indonesia.

"Kita adalah bangsa yang beretika, bangsa yang bermartabat, bangsa yang bermoral. Karena itu, tonjolkan etika, tonjolkan persamaan dan persaudaraan untuk membangun persatuan, keamanan, kenyamanan dan ketertiban bangsa ini," tegas Rois Syuria Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah itu.

Dia menegaskan bahwa, dalam kehidupan ini, sesama manusia dan sesama pemeluk agama, jangan saling mencari dan menonjolkan perbedaan. Umat beragama tidak akan dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan, bila menonjolkan perbedaan. Oleh karena itu, tonjolkanlah persamaan dalam menjalani kehidupan ini, agar sesama umat beragama sama-sama merasakan kedamaian dan ketentraman.

Implementasi itu, sebut dia, merupakan anjuran agama karena setiap agama mengajarkan tentang perdamaian, mengajrkan tentang kasih dan sayang.

Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu berharap agar nilai-nilai Natal tahun 2018, dapat terimplementasi dalam kehidupan sosial keagamaan degan kasih dan sayang.

Prof Zainal Abidin mengatakan bahwa dalam satu dunia, kita berbeda bangsa dan negara.  Dalam satu bangsa dan negara, kita berbeda suku bangsa. Dalam satu suku bangsa, kita berbeda keyakinan dan agama. Dalam satu keyakinan dan agama, kita berbeda paham dan aliran. Dalam satu paham dan aliran, kita berbeda pemahaman. Dalam satu pemahaman, kita berbeda pengalaman. Dalam satu pengalaman, kita berbeda penghayatan. Dalam satu penghayatan, kita berbeda keikhlasan. Dalam satu keikhlasan kita rawat kebhinekaan, kita mantapkan keberagaman untuk Sulawesi Tengah bangkit.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar